Susanna C. Kansil Mosse Pimpin Perayaan HUT ke-102 WKRI: Merawat Rahim Kehidupan Demi Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi

Susanna C. Kansil Mosse Pimpin Perayaan HUT ke-102 WKRI: Merawat Rahim Kehidupan Demi Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi
Satu Abad Lebih Berkarya, WKRI Sulsel Kukuhkan Peran Strategis Perempuan dalam Membangun Bangsa. (Foto: GN)
Bacakan Artikel

Turut hadir pula perwakilan organisasi wanita yang tergabung dalam Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW), serta organisasi kemasyarakatan dalam Keuskupan Agung Makassar seperti Pemuda Katolik Komisariat Cabang Makassar, Pemuda Katolik Komda Sulawesi Selatan, dan Vox Point, menunjukkan kolaborasi lintas organisasi.

Dalam laporannya, Ketua Panitia HUT WKRI ke-102, Ivonne Runturambi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada DPD Sulsel yang telah mempercayakan DPC Santo Yakobus Mariso sebagai pelaksana kegiatan tahun ini.

"Mewakili seluruh Panitia Pelaksana, saya menyampaikan terima kasih kepada DPD Sul-Sel yang telah memberikan kepercayaan kepada kami DPC Santo Yakobus Mariso sebagai Panitia Pelaksana untuk kegiatan HUT 102 tahun organisasi untuk tahun ini. Sekaligus kami mohon maaf jika ada yang kurang atau tidak berkenan dalam setiap kegiatan dalam rangka HUT 102 tahun. Dirgahayu Organisasi Wanita Katolik RI, jayalah selalu," ujarnya penuh semangat, menandai keberhasilan penyelenggaraan acara.

Ketua Presidium Wanita Katolik RI DPD Sulawesi Selatan, Susanna C. Kansil Mosse, dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan dari Ketua Presidium Dewan Pengurus Pusat Wanita Katolik RI. Sambutan tersebut dengan tegas menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-102 ini bukan hanya sekadar mengenang perjalanan panjang organisasi, melainkan juga sebuah ajakan kuat untuk meneruskan semangat perjuangan para pendahulu melalui karya nyata yang relevan dengan dinamika dan tantangan zaman. Selama lebih dari satu abad, Wanita Katolik RI telah membuktikan perannya sebagai wadah pemberdayaan perempuan yang konsisten berkontribusi bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa.

Melalui tema sentral "Melanjutkan Langkah Harapan: Merawat Rahim Kehidupan Demi Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi", seluruh anggota diajak untuk semakin meningkatkan kepedulian terhadap isu perlindungan perempuan dan anak. Hal ini mencakup upaya mengatasi berbagai persoalan sosial yang masih melingkupi, serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab bersama. Konsep "rahim kehidupan" yang diusung dalam tema ini memiliki makna mendalam; tidak hanya sebagai simbol kehidupan yang lahir dari perempuan, tetapi juga sebagai metafora tanggung jawab universal untuk merawat bumi dan memastikan masa depan generasi mendatang tetap terjamin dan berkelanjutan.

Sambutan tersebut juga secara khusus menyoroti pentingnya peran perempuan yang berdaya, yaitu mereka yang memiliki kapasitas dan kesempatan untuk terlibat aktif dalam berbagai bidang kehidupan, serta mampu menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat. Pada saat yang sama, perlindungan anak dari berbagai ancaman, termasuk tantangan kompleks di era digital, ditekankan sebagai prioritas utama yang harus diperjuangkan secara kolektif oleh semua pihak.

Di akhir sambutannya, Susanna C. Kansil Mosse mengajak seluruh anggota WKRI untuk memperkuat pelayanan, membangun kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, meningkatkan kaderisasi anggota, menjaga persatuan dan kesatuan organisasi, serta terus-menerus menghadirkan kasih Kristus melalui tindakan nyata. Dengan semangat tersebut, Wanita Katolik RI diharapkan akan semakin menjadi organisasi yang memberikan manfaat nyata, dipercaya oleh masyarakat, dan senantiasa menjadi berkat bagi Gereja serta bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: