Pemerintah & Neo Devide Et Impera: Probabilitas Civil War

Pemerintah & Neo Devide Et Impera: Probabilitas Civil War
Muh Arya Dwi Madaprama
Bacakan Artikel

Hal tersebutlah yang melatarbelakangi pandangan saya dalam melihat kondisi pemerintah tidak lagi berfungsi sebagai tempat penampungan aspirasi maupun perancang regulasi yang solutif terhadap masyarakat, melainkan sebagai aktor politik adu domba melalui kebijakan yang entah menguntungkan bagi siapa sebenarnya?

Secara akar rumput telah saling sikut antar satu dengan yang lain, bahkan menurut saya jika polemik ini tidak cepat tertangani akan ada titik Masyarakat saling bersimbah darah, bukan karena penjajah, melainkan akibat dari kebijakan pemerintah sendiri.hal inilah yang membuat saya sangat sulit untuk membedakan antara kolonial dengan pemerintah dalam kedudukan Politik Adu Domba /  Devide Et Impera.

Jika penjajah datang dengan politik adu domba atas upaya investasi maupun ekploitasi, lantas apa tujuan pemerintah mengeluarkan kebijakan yang memecah bela masyarakat juga? Jika hanya karena kelanggengan kekuasaan belaka, maka saya menyebut pemerintah sebagai kolonial dengan model Devide it Empera yang baru. Semoga polemik perpecahan ini dapat terasi dengan cepat dan baik, kejadian hari ini mengingatkan kita atas pernyataan Ir. Soekarno dalam pidatonya di tahun 1961 bahwa "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit untuk karena melawan bangsamu sendiri"

Maka, sebagai upaya dalam menjaga kesadaran sebagai Masyarakat Indonesia, mari kita membekali diri dengan ilmu pengetahuan agar tidak mudah untuk terjerumus dalam rekayasa sosial yang dimainkan oleh beberapa kelompok untuk memecah bela, ilmu pengetahuan adalah vaksin terbaik terhadap virus yang diciptakan oleh siapapun, bahkan pemerintah itu sendiri!

Pilih Halaman: