Pondasi Desa Bukan Beton, Melainkan Karakter

Pondasi Desa Bukan Beton, Melainkan Karakter
Pondasi Desa Bukan Beton, Melainkan Karakter - Foto: Pribadi
Bacakan Artikel

Intens.id,  - Setiap kali pembangunan desa menjadi topik pembicaraan, pandangan kita hampir selalu tertuju pada deretan angka: berapa besar Dana Desa yang cair, berapa kilometer jalan yang telah dilapisi aspal, berapa unit gedung baru yang berdiri megah, atau berapa banyak program yang tercatat selesai dilaksanakan. Semua itu memang tidak bisa dipungkiri pentingnya. Namun di tengah hiruk-pikuk pencapaian fisik itu, ada satu pertanyaan yang jauh lebih mendesak untuk dijawab:

Apakah pembangunan itu juga sedang membangun karakter masyarakatnya?

Sering kita lupa: desa yang kaya raya belum tentu bermartabat. Desa yang tampak modern belum tentu beradab. Dan desa yang memiliki anggaran melimpah belum tentu dihuni oleh warga yang saling percaya satu sama lain.

Selama ini kita terlalu sering menyamakan pembangunan semata dengan proses mendirikan infrastruktur fisik-jalan, jembatan, irigasi, pasar, jaringan internet, dan gedung-gedung pemerintahan. Padahal ada jenis infrastruktur lain yang jauh lebih krusial, namun nyaris selalu terlupakan: infrastruktur moral.

Ia tidak terlihat oleh mata, namun menopang seluruh kehidupan bersama: kejujuran dalam bertindak, disiplin menepati aturan, tanggung jawab memikul amanah, semangat gotong royong, integritas yang tak bisa ditawar, serta rasa malu yang mendalam saat berniat menyalahgunakan kepercayaan orang lain.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: