Periwisata dalam Kepungan: Menggugat Paradigma ‘Kuantitas’ yang Mengabaikan Kedaulatan Lokal

Periwisata dalam Kepungan: Menggugat Paradigma ‘Kuantitas’ yang Mengabaikan Kedaulatan Lokal
Bacakan Artikel

Melalui catatan kritis ini, ISMEI berharap pemerintah segera melakukan perombakan paradigma. Kritik tersebut bukan sekadar bentuk protes, melainkan undangan bagi kementerian untuk duduk bersama menyusun solusi konkret yang komprehensif.

Perbaikan tata kelola, pengawasan yang lebih tegas, serta pemberdayaan ekonomi lokal harus menjadi prioritas utama. Dengan pendekatan yang lebih strategis dan berpihak pada keberlanjutan, masa depan sektor pariwisata Indonesia diharapkan tidak lagi sekadar menjadi utopia, melainkan menjadi pilar ekonomi yang kokoh, berdaya saing, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Pilih Halaman: