Ekowisata di Indonesia: Bukan Sekadar Tren Foto, Tapi Gaya Hidup Baru

Ekowisata di Indonesia: Bukan Sekadar Tren Foto, Tapi Gaya Hidup Baru
Ekowisata di Indonesia: Bukan Sekadar Tren Foto, Tapi Gaya Hidup Baru
Bacakan Artikel

Intens.id, - Dalam satu dekade terakhir, industri pariwisata global, termasuk Indonesia, mengalami pergeseran paradigma yang cukup fundamental. Kita tidak lagi hanya bicara tentang "tujuan" atau sekadar mencari latar belakang yang estetik untuk media sosial. Dunia sedang bergerak menuju konsep ecotourism atau ekowisata, sebuah pendekatan yang menempatkan pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai inti dari pengalaman perjalanan.

Pariwisata tidak boleh lagi dilihat sebagai aktivitas konsumtif semata, melainkan sebagai instrumen konservasi dan distribusi ekonomi yang adil. Di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, konsep ini bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan realitas lapangan yang mulai dipraktikkan oleh para pelancong sadar lingkungan.

Secara teoretis, ekowisata didefinisikan oleh The International Ecotourism Society (TIES) sebagai perjalanan yang bertanggung jawab ke area alami yang dapat melestarikan lingkungan, menjaga kesejahteraan masyarakat setempat, serta melibatkan interpretasi dan edukasi.

Dalam implementasinya, kita merujuk pada konsep Triple Bottom Line yang dipopulerkan oleh John Elkington, yang mencakup People, Planet, dan Profit. Pariwisata berkelanjutan harus mampu memberikan keuntungan ekonomi (profit), menjaga kelestarian ekosistem (planet), dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal (people). Tanpa keseimbangan ketiga elemen ini, pariwisata hanyalah bentuk eksploitasi terselubung yang merusak daya dukung lingkungan atau carrying capacity suatu destinasi.

Belajar dari Sulawesi Selatan: Rammang-Rammang dan Tana Toraja

Sulawesi Selatan menjadi laboratorium hidup yang menarik bagi penerapan ekowisata. Ambil contoh kawasan karst Rammang-Rammang di Kabupaten Maros. Destinasi yang telah diakui dalam jaringan UNESCO Global Geopark ini menawarkan lebih dari sekadar pemandangan tebing kapur yang megah.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:

Whats Your Reaction

like 0
Like
dislike 0
Dislike
love 0
Love
funny 0
Funny
angry 0
Angry
sad 0
Sad
wow 0
Wow