Makassar Jadi Simbol Kolaborasi Lintas Agama, 11 Organisasi Bersatu Tolak IRET

Makassar Jadi Simbol Kolaborasi Lintas Agama, 11 Organisasi Bersatu Tolak IRET
DPP ICATT Bersama 10 Organisasi Lintas Agama Gelar Kampanye Publik Anti-IRET, Teguhkan Harmoni dan Perkuat Ketahanan Nasional. Foto: Geno/Intens.id
Bacakan Artikel

"Kolaborasi ini mempertemukan umat beragama dalam satu gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan dewasa ini, sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berangkat dari kesadaran bahwa perdamaian dan persatuan adalah tanggung jawab bersama, seluruh organisasi lintas agama yang terlibat menegaskan komitmennya untuk merawat harmoni, memperkuat moderasi beragama, memperkokoh persaudaraan kebangsaan, serta mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang dapat mengancam persatuan bangsa," papar Mallingkai.

Mallingkai menambahkan, ancaman terhadap persatuan bangsa saat ini tidak hanya hadir dalam bentuk aksi kekerasan fisik, tetapi juga melalui penyebaran ujaran kebencian, provokasi, hoaks, serta narasi intoleransi di ruang digital.

"Karena itu, kampanye ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Ini adalah awal dari gerakan bersama yang harus hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Kita ingin menghadirkan ruang-ruang publik sebagai ruang edukasi, ruang dialog, dan ruang kolaborasi untuk memperkuat toleransi, memperkokoh persaudaraan, serta membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama," tegasnya.

Ia juga secara khusus mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor perdamaian dengan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan narasi positif, memperkuat literasi digital, dan secara aktif menangkal penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Ketua Majelis Pertimbangan PGIW Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Pdt. Adrie O. Massie; Ketua Komisi Kerasulan Awam dan Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Makassar, Pastor Albert Arina; Ketua PHDI Sulawesi Selatan, Gede Durahman; Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan, Yongris Lao; perwakilan DPD WALUBI Sulawesi Selatan, Vicky Relwani; Ketua MATAKIN Sulawesi Selatan, dr. Ferdy Sutono; Ketua FKLA Sulawesi Selatan, Prof. Mustari Bosra; Sekretaris PELITA FKUB Sulawesi Selatan, Sultriana; Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, I Gusti Ayu Uik Astutik; Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Muhammad; Sekretaris PW Muslimat NU Sulawesi Selatan, Hj. Mardiwaty Yunus; serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, dan pegiat kerukunan dari berbagai latar belakang.

Kampanye ini mendapat sambutan hangat dari ribuan masyarakat yang memadati kawasan Car Free Day. Banyak pengunjung berhenti untuk mendengarkan orasi kebangsaan, berdialog dengan para tokoh agama, menandatangani deklarasi dukungan, serta mengabadikan momen bersama sebagai simbol komitmen menjaga kerukunan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: