JANUR Mendorong Ulama Perempuan di AHWA - Muktamar ke-35 NU

JANUR Mendorong Ulama Perempuan di AHWA - Muktamar ke-35 NU
JANUR (Jaringan NU- KULTURAL), (Ist).
Bacakan Artikel

Intens.id, Jombang - ‎Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, dinilai menjadi momentum untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi ulama perempuan dalam struktur pengambilan keputusan tertinggi organisasi, Jombang, Pada Hari Kamis (20/08/2026).

Salah satu ruang strategis yang menjadi perhatian adalah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), forum yang memiliki posisi penting, khususnya dalam menentukan kepemimpinan Rais Aam PBNU.

Sejak mekanisme AHWA digunakan dalam Muktamar NU ke-33, seluruh anggota AHWA yang terpilih merupakan laki-laki. Kondisi tersebut dinilai layak dikaji kembali, terutama karena tidak terdapat ketentuan yang secara eksplisit menyatakan bahwa anggota AHWA harus laki-laki.

AHWA semestinya diisi berdasarkan kapasitas keilmuan, integritas, keteladanan, pengabdian, pengaruh, dan kemampuan menjaga kemaslahatan jam'iyah. Dengan ukuran tersebut, kesempatan bagi ulama perempuan untuk menjadi bagian dari sembilan anggota AHWA dinilai seharusnya terbuka.

NU sendiri memiliki tradisi panjang dalam melahirkan ulama perempuan. Mereka tidak hanya aktif dalam Muslimat NU, pesantren, pendidikan, dan pelayanan sosial, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan pemikiran keislaman dan kehidupan kebangsaan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: