Bangun Peradaban Islam di Australia, Jusuf Kalla Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne

Bangun Peradaban Islam di Australia, Jusuf Kalla Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne
Bangun Peradaban Islam di Australia, Jusuf Kalla Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne. (Foto: ist)
Bacakan Artikel

Intens.id, Melbourne โ€“ Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, turut hadir dalam acara penandatanganan dan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hajjah Yuliana di kawasan Laverton, Melbourne, Australia, pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Masjid yang dinamai sesuai nama ibu dari H. Yendra Fahmi ini merupakan sebuah wakaf yang didedikasikan oleh H. Yendra Fahmi. Lahan seluas 1.500 meter persegi yang diwakafkan sebelumnya merupakan bekas kantor polisi wilayah Laverton, yang berhasil dibeli melalui lelang pada April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla, yang akrab disapa JK, menekankan peran fundamental masjid yang jauh melampaui fungsinya sebagai tempat ibadah semata. Menurutnya, masjid memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pembinaan umat, wadah pengembangan ilmu pengetahuan, serta motor penggerak kemajuan peradaban Islam di tengah masyarakat global.

Di hadapan ratusan masyarakat Muslim Indonesia yang bermukim di Australia, JK memaparkan bahwa kemakmuran sebuah masjid sangat bergantung pada tiga pilar utama. Pilar pertama adalah adanya pihak yang membangun, kedua adalah pengurus yang mampu mengelola dengan baik, dan yang ketiga adalah jamaah yang aktif memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan ibadah dan kemasyarakatan. "Masjid akan benar-benar hidup apabila dibangun, dikelola dengan baik, dan dipenuhi jamaah yang beribadah serta melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Jusuf Kalla.

Lebih lanjut, JK menyoroti signifikansi keberadaan masjid di luar negeri, seperti di Australia. Baginya, masjid-masjid ini memegang peranan ganda yang sangat penting. Selain menjadi pusat persatuan bagi komunitas Muslim Indonesia yang tersebar, masjid juga berperan sebagai penjaga identitas, budaya, dan nilai-nilai peradaban bangsa Indonesia di tengah lingkungan masyarakat multikultural. Hal ini menjadi krusial dalam menjaga akar budaya di tengah perantauan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2