Ancaman Abrasi Pesisir, BRIN dan Universitas Pancasakti Padukan Mangrove-IoT untuk Selamatkan Tambak di Brebes

Ancaman Abrasi Pesisir, BRIN dan Universitas Pancasakti Padukan Mangrove-IoT untuk Selamatkan Tambak di Brebes
Ancaman Abrasi Pesisir, BRIN dan Universitas Pancasakti Padukan Mangrove-IoT untuk Selamatkan Tambak di Brebes. -Foto: BRIN
Bacakan Artikel

Intens.idBREBES - Ancaman abrasi pantai yang tak henti menggerus wilayah pesisir Indonesia telah menimbulkan dampak serius, tidak hanya menghilangkan daratan vital tetapi juga mengancam keberlangsungan tambak budidaya yang menjadi tulang punggung ekonomi dan sumber penghidupan utama bagi masyarakat pesisir.

Menjawab tantangan multidimensional ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Pancasakti Tegal menghadirkan sebuah solusi terpadu yang menggabungkan rehabilitasi ekosistem mangrove dengan pemanfaatan teknologi digital berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung budidaya perikanan yang lebih berkelanjutan dan tangguh.

Pendekatan inovatif ini secara konkret diterapkan pada kawasan pesisir Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sebuah wilayah yang telah mengalami kerusakan signifikan akibat terjangan abrasi. Melansir keterangan tertulis di laman resmi BRIN, Peneliti Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN, Alin Fithor, menjelaskan bahwa hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa kombinasi rehabilitasi mangrove yang strategis dengan sistem pemantauan kualitas air berbasis IoT tidak hanya mampu meningkatkan ketahanan tambak secara fisik tetapi juga menjaga produktivitas budidaya secara berkelanjutan. Inisiatif ini menandai langkah maju dalam upaya adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim di wilayah pesisir.

Alin Fithor, dalam keterangannya pada Selasa (14 Juli) lalu, menyoroti peran krusial mangrove sebagai benteng alami.

"Keberadaan mangrove secara fundamental dapat memperbaiki kualitas habitat perairan, sehingga produktivitas perikanan dapat berlangsung lebih berkelanjutan. Ekosistem mangrove menyediakan perlindungan fisik dari gelombang, menyaring polutan, dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi berbagai biota air," ujarnya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: