Ancaman Abrasi Pesisir, BRIN dan Universitas Pancasakti Padukan Mangrove-IoT untuk Selamatkan Tambak di Brebes

Ancaman Abrasi Pesisir, BRIN dan Universitas Pancasakti Padukan Mangrove-IoT untuk Selamatkan Tambak di Brebes
Ancaman Abrasi Pesisir, BRIN dan Universitas Pancasakti Padukan Mangrove-IoT untuk Selamatkan Tambak di Brebes. -Foto: BRIN
Bacakan Artikel

Namun, ia juga menekankan bahwa menjaga mangrove saja belum cukup untuk sepenuhnya mengatasi tantangan yang dihadapi petambak di wilayah pesisir. Tambak-tambak ini masih sangat rentan terhadap perubahan kualitas air yang cepat dan sulit diprediksi, yang disebabkan oleh fluktuasi pasang surut, intrusi air laut, hingga perubahan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut dan memberikan solusi yang lebih komprehensif, tim peneliti BRIN dan Universitas Pancasakti Tegal mengembangkan sebuah sistem pemantauan kualitas air yang canggih. Sistem ini memanfaatkan sensor berbasis IoT, teknologi komunikasi nirkabel LoRa (Long Range), dan perangkat Arduino Weather Station. Sensor-sensor ini dirancang untuk secara terus-menerus mengukur parameter penting kualitas air seperti suhu dan tingkat keasaman (pH) air.

Data yang terkumpul kemudian dikirimkan secara real time kepada pengguna, dalam hal ini para petambak, melalui platform digital. Dengan informasi yang akurat dan terkini ini, petambak dapat segera mengidentifikasi dan mengambil langkah penanganan yang tepat apabila terjadi perubahan kualitas air yang berpotensi membahayakan komoditas budidaya mereka.

Hasil pengujian di lapangan menunjukkan efektivitas dan akurasi sistem pemantauan ini. Sistem tersebut mampu memantau kualitas air dengan kisaran pH antara 7,96 hingga 8,31 dan suhu antara 29,25°C hingga 29,87°C. Kisaran nilai ini, menurut Alin Fithor, masih berada dalam kondisi ideal dan optimal untuk pertumbuhan udang vaname, salah satu komoditas budidaya primadona di wilayah pesisir. Akurasi data ini menjadi kunci bagi petambak untuk menjaga lingkungan budidaya tetap stabil dan mendukung pertumbuhan udang yang sehat.

Menurut Alin, pemanfaatan teknologi IoT ini membawa manfaat ganda. Tidak hanya secara langsung meningkatkan efisiensi operasional budidaya melalui pengelolaan kualitas air yang lebih presisi, tetapi juga berfungsi sebagai sistem peringatan dini yang vital.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: