Mahasiswa K3 Universitas Sunan Gresik Luncurkan Gerakan ESG: Paparan Mikroplastik Mengkhawatirkan di Gresik

Mahasiswa K3 Universitas Sunan Gresik Luncurkan Gerakan ESG: Paparan Mikroplastik Mengkhawatirkan di Gresik
Mahasiswa Universitas Sunan Gresik Ungkap 100% Paparan Mikroplastik pada Warga, Desak Regulasi Mendesak. (Foto: ist)
Bacakan Artikel

"Baku mutu mikroplastik harus segera ditetapkan sebagai landasan regulasi dalam melawan ancaman ini. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat krusial. Kita membutuhkan pemahaman sekaligus desakan kuat dari publik agar pemerintah berani mengambil sikap, merumuskan baku mutu, dan merealisasikannya melalui sosialisasi yang aktif kepada masyarakat luas," ujar Dafa dengan nada penuh harap.

Ancaman mikroplastik ini, nyatanya, tidak hanya mengintai pekerja di garis depan seperti pengelola sampah, tetapi juga masyarakat domestik. Kontaminasi di tingkat rumah tangga terjadi secara masif akibat tingginya penggunaan alat rumah tangga berbahan plastik, ketergantungan pada plastik sekali pakai, serta belum memadainya infrastruktur pengelolaan sampah di berbagai daerah. Ini menciptakan siklus paparan yang terus-menerus dan meluas, menjangkau setiap lapisan masyarakat.

Merespons temuan ini, Deny Maulana Roziqin, salah satu mahasiswa Universitas Sunan Gresik, mengaku sangat terkejut setelah mengetahui bahwa mikroplastik tidak hanya memicu banjir, tetapi juga telah masuk ke dalam tubuh manusia, bahkan hingga ke air ketuban. Ia mendesak Indonesia untuk segera memiliki regulasi baku mutu mikroplastik yang hingga kini belum tersedia, menegaskan bahwa ketiadaan regulasi ini memperparah kerentanan masyarakat terhadap ancaman tersebut.

Respons akademis juga datang dari Yuli Ariyanti Wulandari, Mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Sunan Gresik. Ia merasa terpanggil untuk membawa isu ini ke dalam penelitian lebih lanjut di prodinya guna menggali sejauh mana polutan tak kasat mata tersebut mendistorsi kapasitas psikologis manusia modern, mengingat dampaknya yang mungkin lebih luas dari sekadar fisik.

Dukungan penuh terhadap gerakan ESG ini datang dari pihak universitas. Achmad Sakhowi Al Awwarij, S.K.M., M.KKK, Kepala Program Studi K3 Universitas Sunan Gresik, menyatakan komitmennya untuk mendampingi gerakan mahasiswa tersebut.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: