Suara dari Kaki Gunung Sampah, Daeng Ical dan Yapta-UL Salurkan Beasiswa PIP di TPAS Antang Makassar

Suara dari Kaki Gunung Sampah, Daeng Ical dan Yapta-UL Salurkan Beasiswa PIP di TPAS Antang Makassar
Daeng Ical dan Yapta-UL Salurkan Beasiswa PIP kepada Siswa di Area TPAS Antang Makassar
Bacakan Artikel

Intens.idMAKASSAR – Semangat pendidikan dan harapan masa depan menyelimuti area sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Tamangapa, Antang, Makassar, pada Senin (27/7/2026).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan 1, Syamsu Rizal Marsuki Ibrahim, yang akrab disapa Daeng Ical, bersama Yayasan Pabbata Ummi Lino (Yapta-UL) dan belasan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), merayakan Hari Anak Nasional (HAN) dengan tema "Suara Anak Pinggiran dari Puncak Gunung Sampah." Peringatan yang dilakukan di Kantor Yapta-UL, berjarak sekitar 50 meter dari gerbang TPAS, ini menjadi momentum penyerahan simbolis 146 beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) bagi anak-anak dari komunitas pemulung dan keluarga kurang mampu di sekitar lokasi tersebut.

Perayaan Hari Anak Nasional secara resmi jatuh pada 23 Juli setiap tahunnya. Namun, Yapta-UL, sebagai lembaga yang fokus pada pemberdayaan masyarakat rentan di sekitar TPAS Tamangapa, memilih tanggal 27 Juli untuk menyelenggarakan peringatan ini, menyesuaikan dengan kondisi dan persiapan yang ada. Lokasi acara yang strategis di dekat pintu gerbang TPAS Tamangapa bukan tanpa alasan. Ia sengaja dipilih untuk menegaskan keberadaan masyarakat, khususnya keluarga pemulung, yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas di TPAS sekaligus menyuarakan kebutuhan dasar anak-anak mereka, terutama hak atas pendidikan dan perlindungan dari segala bentuk kekerasan.

Dalam sambutannya, Daeng Ical menekankan bahwa latar belakang status sosial ekonomi seseorang tidak boleh menjadi penghalang bagi semangat anak-anak untuk meraih pendidikan. Ia menyampaikan pesan inspiratif, bahwa pendidikan adalah kunci untuk membuka gerbang masa depan yang lebih cerah, bahkan untuk anak-anak yang tumbuh di tengah keterbatasan.

"Bisa saja, ada anak-anak dari tempat ini ada yang jadi presiden atau pemimpin ke depan," tegas Daeng Ical, memantik harapan di antara ratusan anak dan orang tua yang hadir.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: