Gaji Guru Honorer Diduga Dipotong, PMII Bulukumba Sentil Dinas Pendidikan: Jangan Tutup Mata!

Gaji Guru Honorer Diduga Dipotong, PMII Bulukumba Sentil Dinas Pendidikan: Jangan Tutup Mata!
suasana di jalan depan gedung ammatoa
Bacakan Artikel
Syahrul

Petani muda yang bergiat di isu lingkungan hidup dan politik, aktif menyampaikan gagasan dan advokasi publik melalui karya tulis.

Ia juga mengapresiasi PMII Bulukumba yang telah membawa persoalan tersebut ke ruang publik. Menurutnya, aspirasi mahasiswa menjadi perhatian bagi dinas untuk melakukan evaluasi terhadap persoalan yang dilaporkan, baik yang berkaitan dengan yayasan maupun pelayanan di lingkungan pendidikan.

Kini, perhatian tertuju pada langkah konkret yang akan diambil setelah aksi berlangsung. Pemanggilan yayasan dan evaluasi yang dijanjikan diharapkan tidak berhenti sebagai respons sesaat terhadap tekanan demonstrasi, melainkan menjadi pintu masuk untuk mengungkap persoalan secara terang, memastikan hak guru honorer terlindungi, dan memperbaiki pelayanan yang dikeluhkan.

Bagi PMII Bulukumba, perjuangan belum selesai hanya karena aspirasi telah diterima. Mereka menegaskan akan terus mengawal perkembangan persoalan tersebut hingga ada kejelasan dan tindak lanjut dari pihak terkait.

Sebab, ketika kesejahteraan guru dipertanyakan, yang dibutuhkan bukan sekadar penjelasan, melainkan keterbukaan, tanggung jawab, dan penyelesaian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pilih Halaman: