Ketika Anak Bertemu Dunia yang Tidak Selalu Aman

Oleh: Rika Arlianti DM

Ketika Anak Bertemu Dunia yang Tidak Selalu Aman
ilustrasi by AI
Bacakan Artikel
Rika Arlianti DM

Penulis, Pegiat Isu Pendidikan dan Anak

Ada berita-berita yang selesai kita baca, lalu kita geser layar dan kembali melakukan aktivitas seperti biasa. Tetapi ada juga berita yang membuat kita berhenti sebentar.

Mungkin bukan karena kita mengenal korbannya. Bukan pula karena kejadiannya terjadi di dekat rumah kita. Melainkan karena di balik berita itu ada seorang anak.

Seorang anak yang seharusnya masih sibuk memikirkan sekolah, teman, cita-cita, hal-hal kecil yang membuatnya tertawa, dan masa depan yang masih panjang.

Melansir dari www.detik.com beberapa hari terakhir, pemberitaan tentang kekerasan seksual terhadap remaja kembali muncul dari beberapa daerah. Di Soppeng, seorang remaja perempuan berusia 16 tahun dilaporkan menjadi korban kekerasan seksual yang melibatkan sejumlah remaja.

Di Jakarta Barat, seorang remaja 16 tahun dilaporkan menjadi korban kekerasan seksual oleh pria yang dikenalnya melalui media sosial. Sementara di Ogan Ilir, polisi menangani kasus dugaan pencabulan terhadap remaja berusia 14 tahun. Kasus-kasus tersebut kini berada dalam proses hukum.

Saya tidak ingin membicarakan berita-berita itu dengan cara yang membuat korban kembali menjadi tontonan. Saya justru ingin bertanya kepada kita semua.ย Sudahkah kita benar-benar mengajarkan anak tentang dunia yang sedang mereka masuki?

Karena hari ini, anak-anak tidak hanya tumbuh di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain. Mereka juga tumbuh di dalam layar. Di sana ada teman, ada hiburan, ada informasi, dan ada orang-orang baik.

Tetapi di sana juga ada orang asing yang bisa datang dengan wajah yang ramah, kata-kata yang menyenangkan, perhatian yang terasa tulus, lalu perlahan-lahan membangun kepercayaan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: