Suara dari Kaki Gunung Sampah, Daeng Ical dan Yapta-UL Salurkan Beasiswa PIP di TPAS Antang Makassar

Suara dari Kaki Gunung Sampah, Daeng Ical dan Yapta-UL Salurkan Beasiswa PIP di TPAS Antang Makassar
Daeng Ical dan Yapta-UL Salurkan Beasiswa PIP kepada Siswa di Area TPAS Antang Makassar
Bacakan Artikel

Memperkuat pesannya, mantan Pejabat Wali Kota Makassar ini sempat bertanya kepada hadirin tentang nama orang tua para presiden Indonesia. Hampir tidak ada yang mampu menjawab secara spontan, sebuah fakta yang ia gunakan untuk menegaskan bahwa yang terpenting bukanlah asal-usul orang tua yang dikenal, melainkan potensi besar yang dimiliki anak-anak untuk menjadi pemimpin masa depan, bahkan mungkin presiden Indonesia.

Ketua Harian Yapta-UL, Makmur, S.Sos, yang akrab disapa Kak Makmur, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Daeng Ical atas perjuangannya dalam mengusahakan beasiswa PIP bagi anak-anak dampingan Yapta-UL. Ia menjelaskan bahwa beasiswa ini sangat vital bagi kelangsungan pendidikan anak-anak pemulung.

"Kami berterima kasih kepada Daeng Ical karena telah memperjuangkan agar anak-anak kami di sini dapat menerima beasiswa PIP," ujar Makmur. Meskipun demikian, ia juga berharap agar perjuangan serupa dapat terus dilanjutkan, mengingat masih ada sekitar 62 anak dampingan Yapta-UL yang belum berkesempatan menerima beasiswa PIP.

"Semoga Daeng Ical dan wakil rakyat lainnya tetap memperjuangkan beasiswa ini," harapnya.

Lebih lanjut, Makmur, yang juga seorang aktivis perlindungan anak dan perempuan, mengungkapkan bahwa dukungan terhadap pendidikan anak-anak di sekitar TPAS Tamangapa tidak hanya datang dari program pemerintah. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, S.STP., M.Si, secara pribadi juga memberikan beasiswa kepada 13 anak dampingan Yapta-UL. Beasiswa pribadi ini dialokasikan untuk sepuluh anak dari keluarga miskin, dua anak yatim, dan satu anak disabilitas, menunjukkan komitmen kuat terhadap inklusivitas pendidikan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: