Putus Mata Rantai Kartel, Perkuat Penerimaan Negara: Agenda Baru Tata Kelola SDA Indonesia

Putus Mata Rantai Kartel, Perkuat Penerimaan Negara: Agenda Baru Tata Kelola SDA Indonesia
Foto: Ai
Bacakan Artikel

Lebih jauh, Rahmat menyoroti pentingnya memutus rantai jaringan kartel yang selama ini mendistorsi harga pasar. Jika negara memegang data yang utuh, dari proses produksi hingga profil pemilik akhir (beneficial ownership), maka celah manipulasi akan semakin sempit.

Struktur korporasi yang rumit tidak boleh lagi menjadi tameng bagi pihak-pihak tertentu untuk menyembunyikan identitas penikmat akhir keuntungan SDA.

Di sisi lain, tolok ukur keberhasilan pemberantasan mafia juga harus diubah. Penegakan hukum tidak boleh hanya dihitung dari jumlah perkara atau tersangka.

“Ukuran keberhasilannya juga harus dilihat dari berapa besar kebocoran yang berhasil ditutup dan berapa besar penerimaan negara yang berhasil dioptimalkan,” papar Rahmat.

Apabila sistem ini berjalan, pemerintah dapat mencocokkan data produksi dan ekspor untuk memaksimalkan pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), royalti, hingga devisa ekspor.

Perluasan Sektor dan Sinergi Lintas Lembaga

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: