Perkuat Kesehatan Mental, Asa Timur Indonesia Latih Pelajar Jadi Konselor Sebaya

Sebagai upaya nyata dalam menanggulangi fenomena kekerasan di lingkungan pendidikan dan memperkuat dukungan kesehatan mental bagi remaja, Yayasan Asa Timur Indonesia latih pelajar menjadi tenaga konselor sebaya

Perkuat Kesehatan Mental, Asa Timur Indonesia Latih Pelajar Jadi Konselor Sebaya
Asa Timur Indonesia gelar Pelatihan Konselor Sebaya di SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar .(Foto: Asa Timur Indoensia)
Bacakan Artikel
Muhammad Riszky

Seorang yang senang menulis dan juga aktif menyuarakan isu lingkungan dengan bergabung dalam Sekretariat Jaring Nusa Kawasan Timur Indonesia.

โ€œFokus utama sesi ini adalah memastikan konselor sebaya memiliki literasi yang kuat mengenai jenis-jenis kekerasan di lingkungan sekolah dan navigasi sistem rujukan yang tepat. Kita tidak ingin siswa bingung atau takut saat menemukan kasus,โ€ terangnya.

โ€œPeserta juga diberikan pemahaman mengenai alur rujukan formal, mulai dari koordinasi dengan Guru BK, Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sekolah, hingga akses ke lembaga profesional seperti UPTD PPA Kota Makassar,โ€ tambah Wija.

Pendukung Sejawat

Dampak langsung dari pelatihan ini dirasakan oleh para peserta, salah satunya Siti Miftahul Huda. Miftah mengungkapkan bahwa melalui kegiatan ini, ia mendapatkan pemahaman baru mengenai peran konselor sebaya yang sebelumnya tidak ia ketahui.

"Saya sangat mengapresiasi pelatihan ini karena perkembangan pembulian di sekolah masih sering terjadi, bahkan saya sendiri pun dulu pernah mengalaminya," ungkapnya.

Baginya, pelatihan ini bukan sekadar pengisian waktu luang, melainkan sebuah proses penemuan diri dan pengembangan empati yang sangat berarti. Ia menyadari bahwa menjadi seorang pendengar yang baik memerlukan kemampuan untuk merefleksikan perasaan tersebut ke dalam diri sendiri terlebih dahulu, sebelum memutuskan bagaimana cara merespons teman yang sedang mengalami kesulitan

Ia berkomitmen untuk menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari dan berencana menjadikan materi pelatihan ini sebagai bahan evaluasi di organisasi OSIS tempatnya bernaung agar lingkungan sekolah menjadi lebih sehat secara mental bagi seluruh murid.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: