Perkuat Kesehatan Mental, Asa Timur Indonesia Latih Pelajar Jadi Konselor Sebaya

Sebagai upaya nyata dalam menanggulangi fenomena kekerasan di lingkungan pendidikan dan memperkuat dukungan kesehatan mental bagi remaja, Yayasan Asa Timur Indonesia latih pelajar menjadi tenaga konselor sebaya

Perkuat Kesehatan Mental, Asa Timur Indonesia Latih Pelajar Jadi Konselor Sebaya
Asa Timur Indonesia gelar Pelatihan Konselor Sebaya di SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar .(Foto: Asa Timur Indoensia)
Bacakan Artikel
Muhammad Riszky

Seorang yang senang menulis dan juga aktif menyuarakan isu lingkungan dengan bergabung dalam Sekretariat Jaring Nusa Kawasan Timur Indonesia.

Selama dua hari intensif, para peserta dibekali dengan kurikulum komprehensif yang terbagi ke dalam tiga materi pokok melalui teknik penyampaian interaktif. Peserta diajarkan untuk memahami batasan kewenangan mereka sebagai konselor sebaya (Scope of Competence).

Mereka dilatih untuk menjadi "pendengar aman" tanpa harus merasa terbebani untuk memberikan solusi teknis seperti seorang psikolog profesional. Menggunakan teknik Simulasi Role Card Game "Lampu Hijau vs Lampu Merah",

โ€œPeserta belajar memilah kasus mana yang bisa ditangani sendiri dan mana yang harus segera dirujuk, seperti kasus kekerasan seksual atau risiko menyakiti diri sendiri (self-harm),โ€ ujar Imam, salah satu fasilitator dari Asa Timur Indonesia.

Peserta juga belajr teknik komunikasi empati, termasuk paraphrasing, refleksi perasaan, dan teknik bertanya "apa" atau "bagaimana" untuk menghindari sikap defensif dari teman yang bercerita. Mempraktikkan cara merespons tanpa memotong pembicaraan atau menceramahi, serta belajar bersikap asertif terhadap tekanan negatif dari teman sebaya.

Nurul Awaliah Arwing, Psikolog memberikan materi kepada murid pentingnya membangun komunikasi asertif. (Foto: Asa Timur Indonesia)

Wija Hadir Perdana, fasilator Asa Timur Indonesia turut memaparkan materi yang membekali para murid dengan kemampuan mendeteksi berbagai bentuk kekerasan, mulai dari perundungan verbal hingga cyberbullying.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: