Pengetahuan Adat Terancam Punah di Balik Upaya Pelestarian Alam

Pengetahuan Adat Terancam Punah di Balik Upaya Pelestarian Alam
Ketika Konservasi Hutan Mengancam Pengetahuan Hidup Berdampingan dengan Alam. (Foto: ist)
Bacakan Artikel
Arman Jaya

Artikel terbaru dari Arman Jaya (lihat semua)

Pengalaman serupa juga dialami oleh masyarakat di Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Hutan inti atau hutan keramat yang selama ini menjadi sumber kehidupan dan praktik adat, kini tercakup dalam kawasan taman nasional.

Akibatnya, masyarakat kehilangan akses untuk mengambil tanaman obat tradisional yang selama ratusan tahun digunakan sebagai penyembuh. Tanaman-tanaman berkhasiat itu tidak lagi dapat diakses, dan pengetahuan tentang khasiat serta cara menggunakannya pun terancam lenyap bersama generasi yang lebih tua.

Krisis Biokultural: Lebih dari Sekadar Hilangnya Spesies

WGII menilai, warisan biokultural tidak hanya berbicara tentang spesies, hutan, atau bentang alam semata. Lebih dari itu, ia mencakup seluruh jalinan hubungan antara manusia dan alam yang terwujud melalui bahasa, praktik, spiritualitas, serta sistem pengetahuan yang hidup dalam keseharian Masyarakat Adat.

"Biokultural ini lebih rentan hilang daripada biodiversitas,โ€ tegas Cindy Julianty.

โ€œKarena, yang terancam hilang bukan hanya spesies atau hutan, melainkan seluruh relasi yang membuat spesies, hutan, manusia, bahasa, ritual, dan pengetahuan tersebut saling terhubung.โ€

Dalam kehidupan Masyarakat Adat, hubungan yang harmonis dengan alam terlihat melalui tata kelola, aturan, dan sistem yang dibangun untuk memastikan pemanfaatan sumber daya alam dilakukan secara bijaksana dan berkelanjutan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: