Pemerintah dan DPR RI Perlu Antisipasi Kekakuan Fiskal dan Gejolak Kurs di RAPBN 2027

Pemerintah dan DPR RI Perlu Antisipasi Kekakuan Fiskal dan Gejolak Kurs di RAPBN 2027
Ketua Bidang Kajian Strategis & Litbang DPP IKA ISMEI, Andi Rante.
Bacakan Artikel

Jakarta - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang dirancang ekspansif oleh pemerintah disatu sisi membawa optimisme pertumbuhan ekonomi, namun di sisi lain menyimpan potensi risiko kekakuan fiskal (fiscal rigidity) serta tekanan volatilitas nilai tukar rupiah.

Menanggapi penyusunan anggaran tersebut, Ketua Bidang Kajian Strategis dan Litbang DPP IKA ISMEI, Andi Rante, memaparkan hasil kajian dan riset fiskal nasional sekaligus menyampaikan pesan serta rekomendasi kritis bagi Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

"Struktur RAPBN 2027 menampilkan angka belanja negara yang menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp4.097,2 triliun, atau naik 6,6% dari pagu APBN 2026. Meskipun rasio defisit anggaran berhasil ditekan membaik ke level 2,40% terhadap PDB, Pemerintah dan DPR RI harus mewaspadai beban kewajiban utang masa lalu serta ketidakpastian makroekonomi global," tegas Andi Rante.

Komparasi Postur Utama APBN 2026 vs RAPBN 2027

Jika membandingkan indikator fiskal, Pendapatan Negara pada RAPBN 2027 ditargetkan mencapai Rp3.426,0 Triliun, yang mana angka ini naik Rp272,4 Triliun dibandingkan APBN 2026 yang sebesar Rp3.153,6 Triliun. Kenaikan ini ditopang oleh Penerimaan Perpajakan yang ditargetkan sebesar Rp2.591,4 Triliun, atau naik Rp233,7 Triliun dari tahun sebelumnya yang berada di angka Rp2.357,7 Triliun. Di sisi pengeluaran, Belanja Negara pada RAPBN 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 Triliun, mencatatkan rekor tertinggi dengan kenaikan 6,6% dibandingkan APBN 2026 yang sebesar Rp3.842,7 Triliun. Sementara itu, Defisit Anggaran berhasil ditekan turun sebesar Rp17,9 Triliun menjadi Rp671,2 Triliun pada RAPBN 2027 dari sebelumnya Rp689,1 Triliun. Perbaikan ini juga tercermin pada Rasio Defisit terhadap PDB yang membaik 0,28%, turun dari 2,68% pada APBN 2026 menjadi 2,40% pada RAPBN 2027.

Ambisi Pertumbuhan 6,0% dan Risiko Sektor Eksternal

Dalam hasil kajiannya, Andi Rante soroti penetapan asumsi dasar pertumbuhan ekonomi 2027 yang dipatok optimis sebesar 6,0%, naik dari target 2026 sebesar 5,4%. DPR RI diminta memperketat pengawasan agar akselerasi produktivitas domestik dan hilirisasi benar-benar memicu pertumbuhan riil.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2