Mentaktisi Keterbatasan Lahan, KKN Unhas Perkenalkan Hidroponik Modern untuk Ketahanan Pangan Desa Barombong

Mentaktisi Keterbatasan Lahan, KKN Unhas Perkenalkan Hidroponik Modern untuk Ketahanan Pangan Desa Barombong
Mentaktisi Keterbatasan Lahan, KKN Unhas Perkenalkan Hidroponik Modern untuk Ketahanan Pangan Desa Barombong. -Foto: Ist
Bacakan Artikel

Intens.id, - Menjawab tantangan keterbatasan lahan dan kebutuhan akan metode budidaya yang efisien, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 membekali masyarakat Desa Barombong, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, dengan pengetahuan dan praktik hidroponik. Sosialisasi dan pelatihan yang digelar pada Senin (06/08/2026) ini menjadi upaya konkret dalam mendorong pertanian modern dan berkelanjutan di tingkat desa, khususnya bagi warga yang kesulitan mengelola lahan luas.

Inisiatif ini berawal dari observasi lapangan yang dilakukan mahasiswa KKN-T, yang menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Barombong masih mengandalkan metode budidaya konvensional. Pendekatan tradisional ini kerap membutuhkan area tanam yang luas, sebuah kondisi yang semakin sulit dipenuhi di tengah keterbatasan lahan dan potensi perubahan fungsi lahan di pedesaan. Oleh karena itu, pengenalan hidroponik dinilai krusial sebagai inovasi pertanian yang dapat diterapkan di pekarangan rumah maupun lahan sempit, memungkinkan masyarakat membudidayakan berbagai jenis sayuran secara lebih efektif.

Ahmad Fadhil Fakhri, Koordinator Posko KKN-T Unhas, menjelaskan latar belakang program ini. "Melalui program kerja ini, kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa hidroponik dapat menjadi solusi budidaya tanaman yang lebih praktis dan modern. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana ini, masyarakat dapat menghasilkan tanaman yang sehat, menghemat penggunaan air, serta memanfaatkan lahan sempit secara optimal," ucapnya.

Berbeda dengan kegiatan sosialisasi biasa yang cenderung teoretis, program di Desa Barombong ini menekankan pada pengalaman praktik langsung. Peserta diajak terlibat dalam setiap tahapan pembuatan instalasi hidroponik sederhana, mulai dari perakitan alat, penyusunan media tanam, hingga penanaman bibit. Pendekatan partisipatif ini bertujuan agar pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada saat pelatihan, melainkan dapat langsung diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing. Pelatihan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat Desa Barombong, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), ketua dan anggota kelompok tani, serta warga setempat.

Irma Suryani Jama, selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Barombong, menyambut baik inisiatif mahasiswa Unhas. Ia menilai program ini mampu memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai teknik budidaya tanaman yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2