Makmur Payabo: Pekerja Anak Bukan Sekadar Angka, Pendampingan Nyata Kunci Perubahan

Makmur Payabo: Pekerja Anak Bukan Sekadar Angka, Pendampingan Nyata Kunci Perubahan
World Day Against Child Labour, Makmur Payabo bawa anak-anaknya ke Mall Panakkukang. (Foto: YAPTA UI)
Bacakan Artikel

Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya peran komunitas, pemerintah, dan lembaga swadaya masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Pendampingan yang dimaksud oleh YAPTA-UI mencakup dukungan pendidikan, bimbingan moral dan psikologis, serta penyediaan ruang aman bagi anak-anak untuk belajar dan bermain. Sanggar belajar, misalnya, dapat menjadi jembatan bagi mereka untuk mengejar ketertinggalan pelajaran, mengembangkan minat dan bakat, serta membangun kembali rasa percaya diri yang mungkin terkikis oleh lingkungan kerja. Tanpa intervensi semacam ini, siklus kemiskinan dan keterpaksaan bekerja dapat terus berulang dari generasi ke generasi.

Hari Dunia Menentang Pekerja Anak menjadi momentum krusial untuk mengingatkan semua pihak bahwa setiap anak berhak atas masa kecil yang bahagia, pendidikan yang layak, dan perlindungan dari segala bentuk eksploitasi. Apa yang dilakukan YAPTA-UI di Makassar adalah contoh nyata bagaimana kepedulian dapat diterjemahkan menjadi tindakan konkret yang menyentuh langsung kehidupan anak-anak. Diharapkan, langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bergerak, memastikan bahwa pekerja anak tidak lagi hanya menjadi angka statistik yang terlupakan, melainkan individu yang berhak mendapatkan masa depan yang lebih cerah.

Pilih Halaman: