Makmur Payabo: Pekerja Anak Bukan Sekadar Angka, Pendampingan Nyata Kunci Perubahan

Makmur Payabo: Pekerja Anak Bukan Sekadar Angka, Pendampingan Nyata Kunci Perubahan
World Day Against Child Labour, Makmur Payabo bawa anak-anaknya ke Mall Panakkukang. (Foto: YAPTA UI)
Bacakan Artikel

Makmur Payabo lebih lanjut menyoroti realitas pekerja anak di Makassar. Menurutnya, meskipun jarang sekali anak-anak yang putus sekolah secara langsung akibat bekerja, mereka berada dalam posisi yang sangat rentan terhadap risiko putus sekolah di kemudian hari. Beban ganda antara belajar dan bekerja kerap kali menguras energi, waktu, dan konsentrasi mereka, berpotensi menghambat perkembangan akademik dan psikologis.

"Makassar sudah bisa dipastikan bahwa pekerja anak (yang kami dampingi) jarang putus sekolah, tetapi dia sangat rentan namanya putus sekolah," jelas Makmur.

Ini menunjukkan bahwa keberadaan anak di bangku sekolah tidak serta merta menjamin masa depan pendidikan mereka jika tanpa dukungan yang memadai.

Kritik tajam juga dilontarkan Makmur Payabo terhadap pendekatan yang hanya berfokus pada pelarangan eksploitasi anak tanpa solusi komprehensif. Ia menekankan bahwa masalah pekerja anak bukan hanya soal siapa yang mempekerjakan, tetapi lebih pada akar masalah kemiskinan dan ketiadaan akses pendidikan serta dukungan.

"Jangan sampai hanya anak yang dipekerjakan (tanpa solusi). Dan jangan harap ada perubahan kalau tidak ada pendampingan serta ada tempat atau sanggar belajar disiapkan," tegasnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: