Gelar Lapak Baca, Mahasiswa Ubhara Jaya Kritik Kampus yang Dinilai Belenggu Nalar Kritis

Gelar Lapak Baca, Mahasiswa Ubhara Jaya Kritik Kampus yang Dinilai Belenggu Nalar Kritis
Dok. Pribadi
Bacakan Artikel

Lebih lanjut, para mahasiswa menegaskan bahwa kritik yang dilayangkan tidak berarti mereka memusuhi institusi kampus. Sebaliknya, kritik dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan akademik.

Universitas semestinya menjadi tempat di mana mahasiswa dapat menguji gagasan, mempertanyakan kebijakan, dan membangun gerakan sosial secara bertanggung jawab tanpa dibayangi rasa takut. Mahasiswa adalah subjek akademik, bukan sekadar objek pendidikan yang hanya menerima perintah.

Mahasiswa Ubhara Jaya berharap pihak kampus tidak memandang inisiatif lapak baca dan gerakan mahasiswa sebagai ancaman. Sebaliknya, hal itu harus dilihat sebagai dinamika akademik yang sehat.

Mereka mendesak agar kampus tidak hanya mengajarkan cara mendapat pekerjaan atau menyelesaikan soal ujian, tetapi juga memberikan keberanian untuk mempertanyakan persoalan yang lebih besar.

"Sebab mahasiswa yang membaca tidak sedang mencari masalah, mereka sedang mencari kebenaran. Dan mahasiswa yang bergerak tidak sedang mencari keributan, mereka sedang mencari perubahan," tutup pernyataan tersebut.

Pilih Halaman: