Balikpapan dan Bulukumba Jalin KAD Pangan: Solusi Atasi Kerentanan Kota Jasa atau Sekadar Janji di Atas Kertas?

Balikpapan dan Bulukumba Jalin KAD Pangan: Solusi Atasi Kerentanan Kota Jasa atau Sekadar Janji di Atas Kertas?
Balikpapan dan Bulukumba Jalin KAD Pangan: Solusi Atasi Kerentanan Kota Jasa atau Sekadar Janji di Atas Kertas?
Bacakan Artikel

Namun, Wali Kota Rahmad juga menyuarakan harapan sekaligus tantangan. Ia berharap agar kesepakatan yang telah diteken tidak berhenti pada dokumen formal semata. "Ini harus segera diterjemahkan dalam langkah konkret, termasuk penguatan jejaring distribusi serta pertukaran informasi mengenai produksi dan harga komoditas pangan," ujarnya, mengisyaratkan bahwa implementasi di lapangan adalah kunci keberhasilan, bukan sekadar janji di atas kertas.

Bulukumba: Potensi Melimpah, Harapan Ekonomi Baru

Di sisi lain, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menyambut positif kerja sama ini. Bagi Bulukumba, kemitraan dengan Balikpapan membuka peluang pasar yang lebih luas, sekaligus menegaskan peran Bulukumba sebagai lumbung pangan potensial bagi Kalimantan. Andi Utta, sapaan akrabnya, bahkan menyinggung hubungan historis Bulukumba dengan Kalimantan melalui industri kapal Pinisi.

"Banyak kapal Pinisi yang dibuat di beberapa wilayah Kalimantan. Tetapi sesungguhnya, para pembuatnya banyak berasal dari Bulukumba," ungkapnya.

Hubungan historis ini, menurut Andi Utta, adalah modal sosial berharga yang dapat memperkuat ikatan kerja sama. Kini, Bulukumba tidak hanya menawarkan sumber daya manusia dan tradisi maritim, tetapi juga pasokan pangan dan komoditas unggulan daerah.

"Insya Allah, untuk kebutuhan pangan itu bisa kita penuhi melalui jalur laut," kata Andi Utta, menekankan konektivitas maritim sebagai tulang punggung distribusi.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: