FPM Sulsel Kritisi Festival Pinisi Bulukumba, Andi Fatahuddin: Mana Ruang untuk Talenta Daerah?

FPM Sulsel Kritisi Festival Pinisi Bulukumba, Andi Fatahuddin: Mana Ruang untuk Talenta Daerah?
Andi Fatahuddin, - Foto: Pribadi
Bacakan Artikel
Syahrul

Petani muda yang bergiat di isu lingkungan hidup dan politik, aktif menyampaikan gagasan dan advokasi publik melalui karya tulis.

Intens.id, Bulukumba -Penyelenggaraan gelaran tahunan Festival Pinisi kembali memantik sorotan tajam dari kalangan penggiat sosial dan kepemudaan di Kabupaten Bulukumba. Di balik kemeriahan lampu panggung dan keriuhan penonton, hajatan yang digadang-gadang sebagai etalase utama promosi pariwisata dan kebudayaan daerah ini dinilai masih meminggirkan potensi seniman lokal.

Kritik keras tersebut salah satunya dilayangkan oleh aktivis pemuda Bulukumba, Andi Fatahuddin. Ia menyayangkan minimnya porsi keterlibatan talenta lokal dalam agenda bergengsi tersebut. Menurutnya, festival yang disokong anggaran daerah bernilai fantastis itu berpotensi kehilangan roh utamanya jika panggung megah yang dibangun justru diprioritaskan untuk deretan penampil dari luar daerah.

"Kita sangat sayangkan. Festival Pinisi ini adalah etalase budaya Bulukumba. Ironis jika artis dan musisi lokal kita sendiri hanya jadi penonton di kampungnya sendiri. Padahal Bulukumba memiliki artis lokal yang sudah mengenalkan daerah ini di kancah nasional," tegas Andi Fatahuddin kepada awak media di Bulukumba. Sabtu, (17/10/2026).

Pernyataan tersebut mengungkap isu struktural yang acap kali melanda penyelenggaraan festival kebudayaan di berbagai daerah, kontradiksi antara mengejar daya tarik instan lewat headliner populer dan upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif lokal yang berkelanjutan.

Sebagai ajang tahunan yang masuk dalam jajaran kalender pariwisata nasional, Festival Pinisi semestinya berfungsi ganda. Tidak sekadar menjadi instrumen penarik wisatawan, festival ini sewajarnya menjadi laboratorium sekaligus panggung pematangan bagi seniman, musisi, serta pelaku seni tradisi di Tanah Panrita Lopi. Ketika porsi penampilan didominasi oleh artis luar, fungsi penguatan kapasitas lokal ini dinilai luntur.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: