Alarm Pencemaran Lingkungan Lokal, Siswa SMAN 1 Mantup Temukan Mikroplastik di Udara dan Kulit Saat MPLS

Alarm Pencemaran Lingkungan Lokal, Siswa SMAN 1 Mantup Temukan Mikroplastik di Udara dan Kulit Saat MPLS
Temuan Mengejutkan di SMAN 1 Mantup: Mikroplastik Menempel di Kulit dan Terhirup Siswa Baru. -Foto: Ist
Bacakan Artikel

Intens.id,  Lamongan - Sebanyak 280 siswa kelas X SMAN 1 Mantup, Lamongan, mendapatkan pengalaman belajar yang tak terlupakan sekaligus mengkhawatirkan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Kamis (16/7). Dalam kegiatan bertajuk "ECOTON Microplastic Journey," para siswa tidak hanya dibekali pengetahuan teoritis mengenai bahaya mikroplastik, tetapi juga secara langsung terlibat dalam penelitian sederhana yang mengungkap keberadaan partikel plastik super kecil tersebut di lingkungan sekolah mereka, bahkan hingga menempel pada kulit dan terhirup di udara.

Aktivitas edukatif ini merupakan kolaborasi antara SMAN 1 Mantup dengan Yayasan ECOTON, sebuah organisasi yang fokus pada isu lingkungan dan pencemaran sungai. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap masalah lingkungan, khususnya dampak mikroplastik yang semakin mengancam ekosistem dan kesehatan manusia. Para siswa dibimbing untuk mengambil sampel dari berbagai media di sekitar sekolah, mulai dari udara di dalam kelas, udara di area aula, permukaan daun-daun di pekarangan sekolah, hingga sampel usapan dari permukaan kulit mereka sendiri.

Hasil pengamatan yang dilakukan secara teliti oleh para siswa menunjukkan temuan yang cukup mengejutkan dan menjadi sorotan. Mikroplastik terdeteksi pada seluruh media yang dijadikan sampel. Pada sampel udara yang diambil di dalam kelas selama 10 menit, ditemukan satu partikel berbentuk fiber dan tiga fragmen. Sementara itu, di area aula yang lebih terbuka, dalam durasi pengambilan sampel yang sama, teridentifikasi enam partikel fiber dan dua fragmen mikroplastik. Tidak hanya di udara, sampel daun juga menunjukkan adanya satu fragmen dan satu fiber, serta yang paling mencolok, sembilan partikel berbentuk fiber ditemukan pada permukaan kulit siswa.

Temuan ini memberikan gambaran jelas bahwa mikroplastik bukan lagi hanya masalah pencemaran laut dan sungai yang jauh dari pandangan mata, melainkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari lingkungan sehari-hari, bahkan di sekitar kita. Keberadaan mikroplastik di udara yang kita hirup setiap hari, serta kemampuannya menempel pada permukaan kulit, memicu kekhawatiran serius mengenai potensi dampak kesehatan jangka panjang. Para ahli lingkungan dan kesehatan masyarakat telah lama memperingatkan bahwa paparan mikroplastik, baik melalui inhalasi maupun kontak langsung, dapat membawa risiko bagi sistem pernapasan, pencernaan, dan bahkan hormonal, meskipun penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memahami secara pasti mekanisme dan tingkat bahayanya.

Menanggapi hasil kegiatan ini, Kepala SMAN 1 Mantup, Mukrim, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan "ECOTON Microplastic Journey" sangat sejalan dengan visi "Program Sekolah Kreatif dan Inovatif" yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Timur. "Kami terus berupaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah. Meskipun belum sepenuhnya bebas plastik, kami telah menyediakan wadah guna ulang di beberapa kantin sebagai langkah awal," ujar Mukrim. Ia menambahkan, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang nyata dan berharga, sekaligus membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan sejak dini.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2