Yayasan MPM Toraja Gali Pengalaman Sukses ProKlim Desa Salassae Bulukumba
Intens.id, Bulukumba - Yayasan Motivator Pengembangan Masyarakat (MPM) Tanah Toraja melakukan kunjungan belajar ke Desa Salassae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, untuk mendalami praktik Program Kampung Iklim (ProKlim) yang telah berhasil diimplementasikan masyarakat setempat. Kunjungan ini merupakan agenda penting dalam rangkaian pertemuan refleksi tahunan Yayasan MPM yang diselenggarakan di Tanjung Bira, Bulukumba.
Desa Salassae dikenal sebagai salah satu percontohan ProKlim yang telah meraih Trophy ProKlim Utama pada tahun 2017 dan ProKlim Lestari pada tahun 2019. Keberhasilan ini menjadi daya tarik utama bagi 31 peserta dari Yayasan MPM, yang terdiri dari staf kantor dan pendamping lapangan, untuk menggali pengalaman langsung.
Armin Salassa, Ketua Kemitraan Agroekologi sekaligus pendiri Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS), tampil sebagai fasilitator dan narasumber utama. Ia memaparkan sejarah berdirinya KSPS serta perjalanan panjang Desa Salassae dalam membangun ketahanan terhadap perubahan iklim melalui berbagai aksi.
"Kunjungan ke Salassae ini adalah bagian dari upaya kami untuk berbagi pengalaman aksi iklim berbasis komunitas antarwilayah," jelas Ruth Tandi Ramba, Direktur Yayasan MPM.
Ruth menambahkan, Yayasan MPM yang berdiri sejak 1983, aktif mendampingi komunitas di Tanah Toraja, Luwu Timur, hingga Provinsi Sulawesi Barat, termasuk dalam memperkuat kelompok masyarakat di lembang-lembang (desa adat) Toraja untuk aksi iklim.
Sesi belajar bersama tidak hanya diisi dengan paparan materi, tetapi juga demonstrasi langsung. Abdul Wahid, seorang petani anggota KSPS, memperagakan cara pembuatan nutrisi pertanian alami.
Praktik ini merupakan salah satu pilar pertanian ramah lingkungan yang telah banyak diterapkan masyarakat Desa Salassae, mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.
Di akhir sesi, Armin Salassa menyampaikan harapannya agar kerja sama antarkomunitas di Bulukumba dan Toraja dapat terus berlanjut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam isu-isu terkait iklim, ketahanan pangan, dan pengembangan komunitas pedesaan.
Selain mendalami ProKlim di Desa Salassae, rombongan Yayasan MPM juga menyempatkan diri berkunjung ke kawasan adat Ammatoa Kajang di Desa Tana Toa. Kunjungan ini memperkaya wawasan mereka tentang kearifan lokal dan praktik pelestarian lingkungan yang telah lama diterapkan di Bulukumba.