Tim Pemekaran Temui KSP, Provinsi Luwu Raya Dinilai Strategis bagi Hilirisasi dan Indonesia Timur

Tim Pemekaran Temui KSP, Provinsi Luwu Raya Dinilai Strategis bagi Hilirisasi dan Indonesia Timur
Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Tak hanya nikel, Luwu Raya juga menyimpan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Kawasan ini memiliki Danau Matano, salah satu danau purba dunia yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati endemik, serta hamparan hutan tropis yang luas. Luwu Raya juga merupakan sentra produksi komoditas perkebunan penting seperti kakao dan sawit. Lebih jauh, kawasan pesisir Teluk Bone menawarkan potensi besar untuk pengembangan ekonomi maritim, mulai dari perikanan hingga pariwisata bahari, yang dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi wilayah dan negara.

Ir. Hasbi Syamsu Ali, Koordinator Wilayah BPP DOB Provinsi Luwu Raya yang juga Ketua BPW KKLR Sulawesi Selatan, menambahkan bahwa pembentukan provinsi baru akan secara signifikan mempercepat efektivitas tata kelola pembangunan di kawasan yang selama ini telah menjadi salah satu penggerak ekonomi utama Sulawesi Selatan. "Kami ingin menunjukkan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya bukanlah beban bagi negara, melainkan investasi kelembagaan yang akan mengoptimalkan pengelolaan potensi strategis nasional di kawasan ini. Ini adalah langkah maju untuk efisiensi dan pemerataan," ujarnya, menekankan aspek investasi jangka panjang.

Sementara itu, Ketua Umum BPP KKLR H. Arsyad Kasmar menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya telah berlangsung lebih dari dua dekade. Konsistensi dan semangat masyarakat Luwu Raya tidak pernah surut, meskipun pemerintah pusat masih menerapkan moratorium pembentukan daerah otonom baru. Selama kurun waktu tersebut, berbagai persyaratan administratif terus disempurnakan, kajian akademik diperbarui secara berkala, dan dukungan politik dari berbagai elemen masyarakat terus diperkuat, mencerminkan keseriusan dan persiapan matang.

"Kami datang dengan semangat kolaborasi yang kuat. Kehadiran unsur DPRD provinsi, DPRD kabupaten dan kota, organisasi kemasyarakatan, serta tim akademik menunjukkan bahwa perjuangan ini merupakan aspirasi bersama yang solid dari seluruh masyarakat Luwu Raya. Kami sangat berharap pemerintah pusat dapat melihat inisiatif ini sebagai bagian integral dari strategi pemerataan pembangunan nasional yang lebih luas," pungkas Arsyad, menyoroti dukungan multisegi yang mendasari upaya pemekaran ini.

Audiensi di Kantor Staf Presiden ini menjadi salah satu langkah paling penting dalam rangkaian panjang perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya yang telah bergulir sejak awal era reformasi. Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada aspek rentang kendali pemerintahan semata, kali ini BPP DOB menghadirkan perspektif yang sama sekali baru. Mereka secara gamblang menempatkan Luwu Raya sebagai kawasan yang memiliki arti strategis signifikan bagi agenda nasional, terutama dalam mendukung program hilirisasi industri, menjaga ketahanan pangan, memperkuat konektivitas kawasan timur Indonesia, dan mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan di seluruh pelosok negeri. Dengan pendekatan yang holistik dan berorientasi nasional ini, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya diharapkan tidak lagi dipandang sebagai kepentingan lokal semata, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya kolektif untuk memperkuat daya saing dan kemajuan Indonesia melalui pembangunan yang lebih seimbang antarwilayah.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2