Resiliensi APBN 2026 dan Pelunasan Utang 1998 Jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Resiliensi APBN 2026 dan Pelunasan Utang 1998 Jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi
Foto: Direktorat Jenderal Pajak/IKA ISMEI.
Bacakan Artikel

Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (DPP IKA ISMEI) melalui Bidang Kajian Strategis, Penelitian, dan Pengembangan (Litbang) merilis hasil telaah atas kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per 31 Agustus 2026 serta dinamika industri perbankan nasional posisi Juli 2026. 

Di tengah dinamika global yang sarat ketidakpastian, perekonomian nasional menunjukkan tingkat resiliensi, kesehatan, dan ekspansi yang sangat kokoh.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Semester I tahun 2026 tercatat solid di level 5,45% secara kumulatif (c-to-c), melampaui target asumsi dasar makro APBN 2026 sebesar 5,4%. Capaian ini ditopang oleh kinerja fiskal yang kredibel serta fungsi intermediasi sektor industri jasa keuangan/perbankan yang berjalan ekspansif sebagai motor penggerak sektor riil.

Tonggak Sejarah Fiskal: Pelunasan Utang 1998 dan Defisit Terkendali Ketat

Dalam analisis tersebut, DPP IKA ISMEI memberikan beberapa catatan penting pencapaian fiskal per akhir Agustus 2026:

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2