Reformasi Polri, Antara Benah Struktur atau Ubah Kultur?

Intens.id, Bulukumba - Mengawali tahun 2026 dengan semangat perubahan, Kabupaten Bulukumba menjadi saksi lahirnya dialog intelektual yang tajam namun humanis. Bulukumba Institut bekerja sama dengan...

Reformasi Polri, Antara Benah Struktur atau Ubah Kultur?
Bacakan Artikel

Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa reformasi struktur mungkin memberikan kerangka kerja yang lebih efisien, namun tanpa perubahan kultur, kebijakan tersebut hanya akan menjadi macan kertas. Sebaliknya, kultur yang baik memerlukan struktur yang mendukung transparansi dan akuntabilitas.

Para peserta, yang terdiri dari aktivis, mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga praktisi hukum, memberikan catatan penting. Mereka menekankan bahwa masyarakat merindukan sosok polisi yang tidak hanya "Presisi" di atas kertas, tetapi juga hangat dan hadir sebagai pelindung di lapangan.

Pendekatan Humanis dan Komitmen Kapolres Bulukumba

Kehadiran langsung Kapolres Bulukumba beserta jajaran Kasat menjadi momen langka yang diapresiasi tinggi oleh Bulukumba Institut. Ini adalah perwujudan nyata dari konsep Polri yang Humanis.

Dalam sesi tanya jawab, para Kasat (Reskrim, Narkoba, dan Lantas) menjawab berbagai kegelisahan warga, mulai dari penanganan kasus narkotika yang menjadi fokus GRANAT, hingga urusan ketertiban lalu lintas. Transparansi ini dianggap sebagai langkah awal untuk meruntuhkan sekat antara aparat penegak hukum dan warga yang mereka layani.

"Dialog ini adalah bukti bahwa di Bulukumba, sinergi antara masyarakat sipil dan Polri bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata untuk saling memperbaiki diri," ujar salah satu perwakilan dari Bulukumba Institut.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: