Protes Lokasi PSEL Tamalanrea Memanas: Warga dan Mahasiswa Pasang Spanduk Penolakan

Protes Lokasi PSEL Tamalanrea Memanas: Warga dan Mahasiswa Pasang Spanduk Penolakan
Polemik PSEL Makassar: Gelombang Penolakan Lokasi di Tamalanrea Terus Meluas (Foto:Ist)
Bacakan Artikel

Intens.id, Makassar โ€“ Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, semakin menguat. Setelah sebelumnya diwarnai aksi demonstrasi di Kantor DPRD Sulawesi Selatan, kini masyarakat dan mahasiswa menunjukkan sikap tegas mereka dengan memasang baliho dan spanduk bertuliskan "Tolak PSEL Tamalanrea" di berbagai titik strategis di kawasan tersebut. Aksi ini menjadi indikasi kuat bahwa polemik mengenai lokasi proyek strategis nasional ini masih jauh dari kata usai dan terus menjadi sorotan serius di tengah masyarakat.

Kemunculan baliho dan spanduk penolakan tersebut menegaskan bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap proyek ini bukanlah isapan jempol. Inti dari penolakan yang disuarakan bukanlah terhadap program pengolahan sampah menjadi energi listrik itu sendiri, melainkan lebih kepada pemilihan lokasi pembangunan yang dinilai terlalu berdekatan dengan kawasan permukiman warga. Mereka khawatir dampak negatif yang mungkin timbul akan langsung dirasakan oleh ribuan jiwa yang tinggal di sekitar area proyek.

Rizal Pauzi, Ketua DPW Sarekat Hijau Sulawesi Selatan, menjelaskan bahwa pemasangan baliho dan spanduk ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi publik sekaligus upaya masif untuk mengedukasi masyarakat mengenai berbagai aspek krusial yang harus diperhatikan sebelum proyek PSEL benar-benar dijalankan. Menurutnya, transparansi adalah kunci. Pihak pengembang, yakni PT SUS Shanghai Holding Limited bersama konsorsium Shanghai SUS Environment Co. Ltd dan PT Grand Puri Indonesia, wajib membuka secara transparan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) kepada publik.

"Kami memasang baliho ini untuk mengedukasi masyarakat. Dokumen Amdal PSEL harus disosialisasikan secara luas kepada masyarakat Tamalanrea agar mereka memahami betul potensi dampaknya. Selain itu, persoalan Andalalin juga sangat penting karena kita belum mengetahui bagaimana rute armada pengangkut sampah nantinya. Jangan sampai ketika beroperasi justru menimbulkan kemacetan yang semakin parah dan memperburuk kondisi lalu lintas di wilayah ini," ujar Rizal, Kamis (12/6/2026), menegaskan urgensi kajian mendalam dan partisipasi publik.

Kekhawatiran serupa juga disuarakan oleh Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Hasanuddin, Engki Fatiawan. Ia secara tegas menilai bahwa pembangunan fasilitas PSEL di Tamalanrea memerlukan kajian yang jauh lebih mendalam dan komprehensif, terutama mengingat lokasinya yang sangat dekat dengan kawasan permukiman warga. "Kami dari IMM Unhas menolak apabila PSEL dibangun di Kecamatan Tamalanrea karena lokasi pembangunan sangat dekat dengan permukiman masyarakat," tegas Engki, mencerminkan suara mahasiswa yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2