Membangun Sistem Pangan Berkelanjutan: Kunjungan Dubes Swiss ke Pabrik Susu Nestlé Indonesia

Membangun Sistem Pangan Berkelanjutan: Kunjungan Dubes Swiss ke Pabrik Susu Nestlé Indonesia
Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, H.E. Olivier Zehnder, bersama jajaran manajemen Nestlé Indonesia mengikuti kegiatan penanaman pohon di area Pabrik Kejayan. Kegiatan ini merupakan simbol komitmen bersama dalam mendukung pelestarian lingkungan dan memperkuat upaya keberlanjutan yang menjadi bagian integral dari operasional Nestlé Indonesia, baik di tingkat pabrik maupun komunitas peternak sapi perah rakyat. (Foto: ist)
Bacakan Artikel

"Selama beberapa hari terakhir, kami berkesempatan bertemu dengan peternak, koperasi, institusi pemerintah, serta para mitra. Satu hal yang menjadi jelas adalah bahwa penguatan sektor susu yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak," ujar Olivier.

Ia menambahkan, dalam hal ini, Nestlé Indonesia telah menjadi mitra penting yang berkontribusi meningkatkan produktivitas dan standar kualitas. Kami turut mengapresiasi Nestlé Indonesia yang berkelanjutan berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia, dengan menghadirkan nilai tambah tidak hanya bagi bisnis, tetapi juga bagi komunitas di Jawa Timur dan perekonomian secara nasional.

Pernyataan ini menegaskan pentingnya kolaborasi swasta-publik dalam mencapai tujuan pembangunan ekonomi yang merata.

Selama lebih dari lima dekade, Nestlé Indonesia telah menjadi tulang punggung dalam pengembangan komoditas susu segar nasional melalui kemitraan strategis dengan peternak sapi perah rakyat dan koperasi di Jawa Timur.

Pasokan susu segar yang dihasilkan oleh para peternak ini tidak hanya menjadi bahan baku utama untuk produksi di Pabrik Kejayan, tetapi juga secara langsung memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Kehadiran Pabrik Kejayan bukan hanya sebagai pusat produksi, melainkan juga berperan sebagai katalis pemberdayaan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekosistem industri di sekitarnya, membentuk sebuah lingkaran ekonomi yang saling menguntungkan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: