Mahasiswa Bergerak, Warisan Peradaban Dipertaruhkan: Candi Muaro Jambi dalam Kepungan Stockpile Batu Bara

Mahasiswa Bergerak, Warisan Peradaban Dipertaruhkan: Candi Muaro Jambi dalam Kepungan Stockpile Batu Bara
Bacakan Artikel

Besarnya nilai sejarah tersebut menjadikan Candi Muaro Jambi bukan sekadar aset daerah, melainkan bagian dari identitas bangsa Indonesia. Kehilangannya atau rusaknya integritas kawasan akan menjadi kerugian yang tidak dapat dipulihkan oleh generasi mendatang. Karena itu, perlindungan kawasan harus menjadi prioritas yang tidak dapat dikompromikan oleh kepentingan jangka pendek.

Bagi Gerakan Mahasiswa Pagar Budaya, gerakan ini merupakan seruan agar pembangunan berjalan selaras dengan perlindungan warisan budaya, penegakan hukum, dan penghormatan terhadap regulasi yang telah ditetapkan negara. Negara tidak boleh membiarkan warisan peradaban hidup berdampingan dengan aktivitas yang berpotensi mengancam keutuhannya tanpa pengawasan dan penegakan aturan yang tegas.

Di akhir pernyataannya, Adji Permana menegaskan bahwa Kami tidak sedang memperjuangkan kepentingan kelompok tertentu. Kami sedang memperjuangkan warisan peradaban bangsa. Jika mahasiswa dan masyarakat Jambi tidak berdiri di garis depan untuk menjaga Candi Muaro Jambi, lalu siapa lagi? Warisan ini bukan hanya milik Jambi, tetapi milik Indonesia, bahkan dunia."

Pilih Halaman: