Kolaborasi Lintas Ilmu, Mahasiswa KKN Unhas Fokuskan Program Penguatan Literasi di Takalar

Gelar Monitoring Awal, KKN Unhas Gelombang 116 Siap Sinergikan Potensi Lokal Kelurahan Salaka

Kolaborasi Lintas Ilmu, Mahasiswa KKN Unhas Fokuskan Program Penguatan Literasi di Takalar
Gelar Monitoring Awal, KKN Unhas Gelombang 116 Siap Sinergikan Potensi Lokal Kelurahan Salaka - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Selama sesi monitoring berlangsung, mahasiswa mempresentasikan hasil identifikasi mereka mengenai kondisi sosial, pendidikan, lingkungan, hingga potensi ekonomi masyarakat. Diskusi berlangsung sangat dinamis, dipenuhi berbagai gagasan cemerlang dan masukan konstruktif mengenai strategi pelaksanaan program, pola komunikasi yang efektif dengan masyarakat, serta pentingnya membangun kemitraan yang kuat dengan seluruh unsur pemerintah dan warga Kelurahan Salaka.

Koordinator Posko Salaka 1, Rhesa Ardiyanto, menyampaikan bahwa seluruh anggota posko telah berkomitmen penuh untuk menjadikan KKN sebagai ruang belajar bersama masyarakat. "Kami ingin hadir bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi lebih dari itu, membangun hubungan yang baik dan langgeng dengan masyarakat. Kami percaya bahwa keberhasilan KKN lahir dari kebersamaan dan kolaborasi. Karena itu, setiap kegiatan akan kami laksanakan melalui sinergi dengan pemerintah kelurahan, sekolah, tokoh masyarakat, dan seluruh warga," ujar Rhesa.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan Posko Salaka 2, Muhammad Ariel Guevara Harly. Menurutnya, keberadaan mahasiswa di Kelurahan Salaka merupakan kesempatan emas untuk mengimplementasikan ilmu yang telah mereka peroleh di bangku kuliah, sekaligus belajar banyak dari nilai-nilai kehidupan dan kearifan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat.

"Kami datang membawa ilmu dari kampus, tetapi kami juga datang untuk belajar dari masyarakat. Kami berharap seluruh program yang kami jalankan mampu menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih berdaya, terutama melalui penguatan budaya literasi," tutur Ariel.

Monitoring awal ini menjadi lebih dari sekadar agenda administratif; ia merupakan awal dari sebuah perjalanan pengabdian yang akan mempertemukan ilmu pengetahuan dengan pengalaman hidup masyarakat secara langsung. Di sanalah mahasiswa belajar bahwa pengabdian bukan hanya tentang bekerja untuk masyarakat, melainkan bekerja bersama masyarakat, sebagai mitra sejajar dalam membangun kemajuan. Kelurahan Salaka kini menjadi ruang bertumbuh bagi dua belas mahasiswa Universitas Hasanuddin.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: