Ketika Perempuan memiliki Hak atas Tanah

Ketika Perempuan memiliki Hak atas Tanah
Ketika Perempuan memiliki Hak atas Tanah, - Foto: Kemitraan Agroekologi
Bacakan Artikel
Syahrul

Petani muda yang bergiat di isu lingkungan hidup dan politik, aktif menyampaikan gagasan dan advokasi publik melalui karya tulis.

Ketika perempuan memiliki kontrol atas tanah dan sumber daya, mereka cenderung memprioritaskan tanaman pangan yang beragam dan bergizi, yang secara langsung meningkatkan kualitas diet keluarga dan mengurangi masalah malnutrisi, terutama pada anak-anak. Ini bukan hanya tentang mengisi perut, tetapi tentang menyediakan nutrisi esensial yang mendukung perkembangan fisik dan kognitif generasi mendatang.

Lebih jauh lagi, pemberdayaan ekonomi perempuan melalui kepemilikan lahan memiliki efek pengganda yang signifikan bagi perekonomian lokal. Pendapatan yang lebih tinggi di tangan perempuan cenderung diinvestasikan kembali ke dalam keluarga dan komunitas, seperti untuk pendidikan anak, perawatan kesehatan, dan pengembangan usaha kecil lainnya.

Hal ini menciptakan siklus positif yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan mengurangi ketimpangan. Meski tantangan seperti resistensi budaya, birokrasi yang rumit, dan kurangnya informasi masih membayangi, potensi keuntungan dari pengakuan dan pemberdayaan hak perempuan atas lahan jauh lebih besar. Ini adalah panggilan bagi semua pihak untuk melihat lebih dari sekadar statistik produksi, dan menyadari bahwa di setiap jengkal tanah yang diolah perempuan, ada harapan untuk masa depan pangan yang lebih adil, lebih berkelanjutan, dan lebih sejahtera bagi kita semua.

Pilih Halaman: