Ketika Atlanta Memaksa Lagu "Coming Home" Kembali Senyap

Ketika Atlanta Memaksa Lagu "Coming Home" Kembali Senyap
Bellingham (10) Pemain Timnas Inggris. Foto: Ist
Bacakan Artikel

"Kami bermain bagus hampir di sepanjang laga," ujar kapten Inggris, Harry Kane, dengan tatapan kosong usai pertandingan. "Namun, saat unggul, kami justru bermain bertahan. Di level seperti ini, kesalahan sekecil itu langsung menghukum Anda."

Bagi publik Inggris, patah hati di babak semifinal bukanlah barang baru. Sejak mengangkat trofi Jules Rimet di Stadion Wembley pada 1966, perjalanan mereka di turnamen mayor selalu diwarnai oleh narasi "nyaris juara" yang berakhir pilu.

Sejarah mencatat kisah-kisah serupa:

  • Turin 1990: Air mata Paul Gascoigne mengalir setelah Inggris disingkirkan Jerman Barat lewat adu penalti di semifinal.

  • Rusia 2018: Gol cepat Kieran Trippier ke gawang Kroasia di semifinal seolah menguap begitu saja setelah lawan membalikkan keadaan di babak perpanjangan waktu.

    Lanjut ke Halaman 3
    Pilih Halaman: