Jusuf Kalla Dorong Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT Libatkan Masyarakat, Target 6 Bulan Lewat Gotong Royong

Jusuf Kalla Dorong Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT Libatkan Masyarakat, Target 6 Bulan Lewat Gotong Royong
Jusuf Kalla Dorong Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT Libatkan Masyarakat: Target 6 Bulan Lewat Gotong Royong. - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Ia memaparkan bahwa penanganan bencana terbagi menjadi dua tahap: tanggap darurat dan rekonstruksi. Tahap tanggap darurat mencakup pemenuhan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal sementara, makanan, dan layanan kesehatan. Setelah itu, fokus beralih ke pembangunan kembali.

JK mengakui bahwa membangun kembali rumah warga adalah tantangan terbesar pascabencana. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri mengingat skala kebutuhan rekonstruksi yang besar dan memakan waktu panjang. Oleh karena itu, ia mendorong gerakan gotong royong yang melibatkan berbagai pihak.

"Pemerintah bisa menyiapkan bahan, kemudian masyarakat ikut bekerja membangun kembali rumahnya," jelas JK, menunjuk penanganan gempa Yogyakarta sebagai contoh. Saat itu, pemerintah menyediakan bahan bangunan, sementara masyarakat bersama mahasiswa teknik membantu proses pembangunan. Korban juga diberikan dukungan biaya kerja agar tetap berpenghasilan.

JK menekankan pentingnya pelibatan aktif korban bencana. "Jangan sampai pengungsi hanya duduk menunggu. Mereka harus bekerja dan terlibat dalam membangun kembali kehidupannya," tegasnya.

PMI Akan Survei Kebutuhan Material dan Manfaatkan Lokal

Untuk wilayah NTT, PMI akan segera melakukan pendataan kebutuhan material yang paling diperlukan, seperti seng, semen, dan perlengkapan pembangunan lainnya. Bantuan material ini akan disalurkan berdasarkan hasil survei lapangan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: