Jejak Senja di Ujung Pandang: Menjelajahi Keindahan Makassar yang Ramah dan Berkelanjutan

Jejak Senja di Ujung Pandang: Menjelajahi Keindahan Makassar yang Ramah dan Berkelanjutan
Rekomendasi Tempat Wisata di Makassar: Jejak Senja yang Mengajak Menjaga Warisan Bersama. (Foto:Ist)
Bacakan Artikel

Lokasinya yang strategis, berdekatan dengan pantai, memungkinkan wisatawan untuk mengombinasikannya dengan kunjungan ke Pantai Akkarena. Pantai Akkarena menawarkan berbagai wahana air seru seperti banana boat dan jetski, serta suasana matahari terbenam yang tenang dengan tiket masuk sekitar Rp10.000.

5. Melangkah Lebih Jauh: Bantimurung dan Pulau Kodingareng Keke

Pesona wisata Makassar juga meluas ke daerah sekitarnya, seperti Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung di Maros (sekitar 1 jam perjalanan), yang terkenal dengan air terjun spektakuler, gua-gua karst yang memukau, dan penangkaran kupu-kupu yang edukatif. Atau, Pulau Kodingareng Keke, sebuah alternatif pulau lain dengan keindahan serupa Samalona namun mungkin lebih tenang. Semua destinasi ini berpotensi besar untuk mendukung pariwisata berkelanjutan jika dikelola dan dijaga dengan baik oleh semua pihak.

Kiat Berwisata yang Memperhatikan Keselamatan, Pelestarian, dan Kebersihan

Menikmati keindahan Makassar haruslah diimbangi dengan sikap bertanggung jawab. Pertama, aspek keselamatan: selalu prioritaskan penggunaan pelampung saat melakukan aktivitas snorkeling di pulau-pulau, pilihlah operator perahu resmi yang menyediakan jaket pelampung sesuai standar, dan hindari berenang di area dengan ombak kuat, terutama saat musim hujan.

Penting juga untuk selalu memantau ramalan cuaca dan mengikuti setiap petunjuk dari petugas setempat. Bagi wisatawan perempuan atau keluarga, disarankan untuk mengunjungi tempat ramai seperti Losari pada sore hari dan menggunakan transportasi daring atau taksi resmi.

Kedua, menjaga tempat wisata: patuhi dengan seksama aturan yang melarang merusak terumbu karang atau mengambil pasir, batu karang, maupun biota laut. Di Benteng Fort Rotterdam, hindari menyentuh artefak tanpa izin atau memanjat struktur bangunan.

Ketiga, kebersihan lingkungan: bawa tas sampah pribadi, minimalkan penggunaan plastik sekali pakai, dan buang sampah pada tempatnya yang telah disediakan. Contoh sederhana seperti memilih botol minum yang dapat digunakan ulang (reusable) atau mendukung pedagang lokal yang menerapkan praktik ramah lingkungan, dapat memberikan dampak positif yang besar. Prinsip ramah lingkungan ini sangat sejalan dengan upaya pelestarian mangrove dan pantai di Makassar yang esensial dalam mencegah abrasi.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: