Jangan Hidup seperti Lebah

Jangan Hidup seperti Lebah

Jangan Hidup seperti Lebah
ilustrasi by AI
Bacakan Artikel
Rika Arlianti DM

Penulis, Pegiat Isu Pendidikan dan Anak

Di sinilah kita bisa mengambil sebuah pelajaran sebagai perumpamaan bagi kehidupan manusia.

Kembali kepada kehidupan kita sebagai manusia, sebagaimana judul di atas, โ€œJangan hidup seperti lebahโ€.

Apa jadinya jika kehidupan manusia seperti kehidupan lebah, di mana yang bekerja dan menjalankan sebagian besar tugas justru perempuan, sementara laki-laki hanya tinggal menikmati hasil dan tidak mau mengambil tanggung jawab?

Maka muncullah istilah yang sering kita dengar pada zaman sekarang, yaitu โ€œmokondoโ€โ€”laki-laki yang hidup dengan mengandalkan perempuan, tetapi tidak menjalankan tanggung jawab sebagaimana mestinya.

Namun kenyataannya, di zaman ini justru kita melihat sebagian laki-laki yang mulai bergeser dari tanggung jawabnya sebagai pemimpin. Mereka semakin kurang menjalankan peran qowwam dalam keluarga. Bahkan dalam sebagian rumah tangga, yang seharusnya menjadi tulang rusuk justru harus mengambil peran sebagai tulang punggung.

Padahal, dalam tatanan kehidupan keluarga, laki-laki memiliki tanggung jawab sebagai qowwam dalam keluarganyaโ€”memimpin, membimbing, melindungi, dan berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya.

Allah berfirman:

ุงู„ุฑู‘ูุฌูŽุงู„ู ู‚ูŽูˆู‘ูŽุงู…ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู

Terjemahnya: "Laki-laki adalah qowwam atas perempuan..." (QS. An-Nisa: 34)

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: