Ikhtiar Hijau di Maros: Unhas Dampingi Pesantren Darul Istiqamah Kelola Sampah Berbasis Sumber

Ikhtiar Hijau di Maros: Unhas Dampingi Pesantren Darul Istiqamah Kelola Sampah Berbasis Sumber
Unhas Revitalisasi TPS 3R Darul Istiqamah, Rintis Gerakan Green Pesantren Darul Istiqamah di Maros (Foto:Ist)
Bacakan Artikel

Jika ditarik ke dalam peta gerakan yang lebih luas, inisiatif hijau yang digagas oleh dosen-dosen Unhas ini selaras dengan komitmen global dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Setidaknya ada dua poin utama SDGs yang disasar secara langsung melalui program Green Pesantren Initiative ini, menunjukkan relevansi global dari upaya lokal ini.

Pertama, program ini berkontribusi nyata pada pencapaian SDG 11 mengenai Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan. Kontribusi ini diwujudkan melalui upaya konkret peningkatan tata kelola sampah yang adaptif, efektif, dan berbasis komunitas di tingkat terkecil, dalam hal ini lingkungan lembaga pendidikan berasrama. Kedua, program ini secara langsung mendorong tercapainya target SDG 12 terkait Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Ini dilakukan dengan cara mengintegrasikan sistem reduce (mengurangi) dan reuse (menggunakan kembali) dalam dinamika kehidupan harian para santri, serta mentransformasi limbah menjadi produk bernilai tambah melalui prinsip ekonomi sirkular.

Langkah fundamental yang dimulai di Maros ini dipastikan tidak akan berhenti pada seremoni pelatihan pekan ini saja. Ke depan, tim dosen Universitas Hasanuddin telah berkomitmen penuh untuk terus memberikan pendampingan intensif, monitoring berkala, serta evaluasi sistemik guna memastikan TPS 3R Istiqamah berjalan stabil, mandiri, dan efisien dalam jangka panjang. Komitmen ini menunjukkan dedikasi Unhas dalam menciptakan dampak berkelanjutan.

Melalui transformasi mendasar pada sistem tata kelola limbah ini, Pondok Pesantren Darul Istiqamah Maccopa diharapkan tidak hanya sukses membersihkan lingkungannya sendiri dan meningkatkan kesehatan komunal. Lebih dari itu, pesantren ini diharapkan mampu bermutasi menjadi role model atau percontohan ideal bagi ratusan pondok pesantren lainnya di wilayah Sulawesi Selatan, bahkan Indonesia. Harapan besarnya, gerakan dari bilik pesantren ini mampu menginspirasi lahirnya ekosistem pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada pembangunan spiritual dan intelektual, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki literasi ekologi yang kuat, berwawasan hijau, mandiri dalam pengelolaan sumber daya, dan produktif secara ekonomi, menciptakan pemimpin masa depan yang peduli lingkungan.

Pilih Halaman: