Hanif Faisol Ajak GEMABUDHI Jadikan Ketahanan Pangan sebagai Pilar Ketahanan Nasional

Hanif Faisol Ajak GEMABUDHI Jadikan Ketahanan Pangan sebagai Pilar Ketahanan Nasional
Bacakan Artikel

Intens.id, Jakarta - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol, S.Hut., M.P., menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan produksi pertanian, melainkan merupakan salah satu fondasi utama Ketahanan Nasionalย Hal tersebut disampaikan Hanif dalam sesi materi Pelatihan Kader Nasional GEMABUDHI bertema โ€œTata Kelola Ketahanan Pangan sebagai Ketahanan Nasional Bangsaโ€ yang berlangsung di Jakarta, Pada Hari Sabtu (25/07/2026).

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami keterkaitan antara ketahanan pangan, kemandirian nasional, kedaulatan kebijakan, stabilitas ekonomi, keberlanjutan lingkungan, serta kemampuan negara menghadapi berbagai krisis.

โ€Žโ€œKetahanan pangan adalah ketahanan nasional,โ€ menjadi salah satu pesan utama yang ditekankan dalam pemaparan tersebut.

Hanif menjelaskan bahwa ketahanan pangan memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan suatu negara menyediakan bahan makanan. Ketersediaan pangan, keterjangkauan, keamanan, kualitas, distribusi, hingga kemampuan masyarakat mengakses pangan merupakan bagian dari sistem ketahanan pangan yang saling berkaitan.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal strategis yang besar untuk membangun ketahanan pangan nasional. Kekayaan biodiversitas, wilayah tropis, sumber daya air, hutan, lahan, laut, serta ekosistem gambut dan mangrove menjadi potensi yang dapat mendukung pembangunan pangan secara berkelanjutan.

Namun, potensi tersebut harus diikuti dengan tata kelola yang efektif dan berintegritas. Besarnya sumber daya alam yang dimiliki Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kemandirian pangan nasional. Ketergantungan terhadap impor sejumlah komoditas menjadi salah satu tantangan yang perlu diatasi melalui penguatan produksi, distribusi, kelembagaan, dan kebijakan pangan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: