Bulukumba Pacu Ekosistem Inovasi, Bidik Prestasi Gemilang di IGA Award 2026

Bulukumba Pacu Ekosistem Inovasi, Bidik Prestasi Gemilang di IGA Award 2026
Bulukumba Pacu Ekosistem Inovasi, Bidik Prestasi Gemilang di IGA Award 2026.
Bacakan Artikel

Ia menambahkan bahwa inovasi bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk mencapai pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan yang berkelanjutan. Dari total 285 inovasi tersebut, Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia menjadi penyumbang terbanyak dengan 263 inovasi. Angka ini mengindikasikan fokus pemerintah daerah pada perbaikan tata kelola, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Sementara itu, Bidang Prasarana dan Wilayah menyumbang 22 inovasi, yang mencakup berbagai terobosan dalam infrastruktur dan penataan ruang.

Selain itu, terdapat pula berbagai inovasi pada sektor ekonomi dan sumber daya alam yang secara langsung mendukung peningkatan pelayanan publik dan akselerasi pembangunan daerah secara menyeluruh. Dalam arahannya, Kepala Bapperida juga menggarisbawahi tiga fondasi penting yang harus diperkuat untuk membangun ekosistem inovasi yang tangguh di Bulukumba. Pertama, menjaga keberlanjutan inovasi.

Inovasi tidak boleh berhenti sebatas pemenuhan administrasi atau ajang kompetisi, melainkan harus terintegrasi penuh ke dalam standar operasional prosedur (SOP) dan menjadi sistem kerja yang berkelanjutan. Hal ini untuk memastikan manfaat inovasi dapat dirasakan secara konsisten. Kedua, memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Irma menekankan pentingnya sinergi agar inovasi tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung dan melengkapi dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Kolaborasi antar perangkat daerah, dengan pihak swasta, akademisi, dan masyarakat, diyakini akan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Ketiga, meningkatkan pemanfaatan data digital yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Dengan data yang valid, setiap program dan inovasi dapat dirancang lebih tepat sasaran, transparan, dan efisien, menghindari pemborosan sumber daya.

Workshop ini juga menghadirkan Abdurrahman Ramlan, seorang Konsultan Inovasi Daerah yang berpengalaman. Abdurrahman memberikan pendampingan teknis yang mendalam terkait proses penginputan dokumen dan indikator pada aplikasi IGA Award. Pendampingan ini krusial untuk memastikan seluruh inovasi Kabupaten Bulukumba terdokumentasi dengan baik, lengkap, dan sesuai dengan ketentuan serta standar penilaian nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: