Aksi Penanaman Mangrove Diwarnai Penolakan Tegas Terhadap Reklamasi Pesisir Lantebung-Untia

Aksi Penanaman Mangrove Diwarnai Penolakan Tegas Terhadap Reklamasi Pesisir Lantebung-Untia
Bacakan Artikel

Kekhawatiran ini senada dengan apa yang disampaikan Ibu Djamrud, salah seorang warga pesisir Untia, yang turut berpartisipasi dalam diskusi bersama peserta aksi.

"Kawasan pesisir bukan sekadar bentang alam, melainkan ruang hidup yang menjadi tempat mencari nafkah, berinteraksi, dan membangun kehidupan sosial," ucapnya dengan nada prihatin. 

"Kehilangan kawasan tersebut berarti kehilangan sumber penghidupan sekaligus identitas yang telah diwariskan secara turun-temurun, sebuah warisan yang tak ternilai harganya," tambahnya.

Selain melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove dan pembentangan spanduk penolakan, aksi ini juga menjadi wadah penting bagi peserta untuk berdiskusi langsung dengan masyarakat pesisir Untia. Momen ini dimanfaatkan untuk mendengarkan secara langsung pengalaman serta kekhawatiran yang mereka rasakan terkait rencana reklamasi.

Melalui dialog intensif ini, GREYS dan komunitas pendukungnya berupaya mengumpulkan perspektif akar rumput, memperkuat argumen penolakan, dan memastikan bahwa suara masyarakat pesisir didengar oleh pihak-pihak terkait, dari pemerintah daerah hingga pusat.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: