Unjuk Rasa Nakes di Makassar, Desak BKN Pusat dan Gubernur Sulsel Selesaikan Persoalan Ketidakpastian Data Honorer dan Dugaan Pemecatan Sepihak
Makassar, Intens.id – Puluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Kesehatan Barisan Muda Kesehatan Indonesia (BMKI) dan Parkes Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar aksi unju...
Jalurdua.com
Makassar, Intens.id – Puluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Kesehatan Barisan Muda Kesehatan Indonesia (BMKI) dan Parkes Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar aksi unjuk rasa di bawah jembatan layang (Fly Over) Kota Makassar pada Selasa, 14 Oktober 2025. Aksi ini dipicu oleh ketidakpastian status ribuan nakes yang telah mengabdi bertahun-tahun, serta dugaan praktik nepotisme dan 'mafia data' dalam pendataan Non-ASN. Tidak hanya di Makassar, masalah serupa juga mencuat di Jeneponto, Takalar, Gowa, Pangkep, Sinjai, hingga Luwu Timur, di mana nakes yang sudah lama mengabdi dan memenuhi syarat justru terancam kehilangan statusnya, bahkan diduga diberhentikan sepihak. Mereka menuntut transparansi penuh, audit menyeluruh, dan campur tangan Gubernur Sulawesi Selatan serta BKN Pusat untuk memberikan solusi yang adil Ketua Umum BMKI, Irham Tompo, menyatakan bahwa ribuan nakes di Sulsel telah mengabdikan diri tanpa kepastian status, pengakuan yang adil, dan perlindungan kesejahteraan yang layak. Banyak di antara mereka yang tidak terdata dalam pangkalan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) meski telah bekerja puluhan tahun di fasilitas kesehatan. “Kami meminta gubernur Sulsel dan ketua DPRD Sulsel untuk mengkoordinasikan ke 11 kabupaten kota untuk mendata ribuan nakes yang tidak terdata untuk di ikutkan dalam pendataan pangkalan BKN,” ujarnuya. Ia juga meminta pemerintah kabupaten kota untuk mengembalikan ratusan tenaga kesehatan yang dipecat di kabupaten Gowa, Luwu timur, kota Makassar, dan Pangkep. Irham Tompo sangat menyayangkan ketidakhadiran BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah) kota Makassar dan Dinas Kesehatan kota Makassar “Ini salah satu penghinaan terhadap DPRD,” tegas Ketua BMKI Sulsel. Aliansi Tenaga Kesehatan yang didominasi para Perempuan dari berbagai kabupaten termasuk dari Luwu Utara, itu mengenakan pita hitam di lengan kiri sebagai tanda duka cita mendalam atas matinya keadilan terhadap nakes yang telah mengabdikan dirinya tanpa perhatian yang layak dan juga sebagai symbol solidaritas yang kuat dalam memperjuangkan hak mereka. Membentangkan berbagai petaka yang bertuliskan, “Nakes tanpa status”, “Jangan jadikan kami sapi perah”, “Jangan diskriminasi Nakes BLUD, Kami juga honorer instansti pemerintah”. [caption id="attachment_6864" align="alignnone" width="1280"]