Intens.id Versi penuh
Berita Desa

Talkshow Anti-Perundungan Hadir di Wilayah Terdepan Makassar

Oleh Muhammad Riszky 12 Jul 2026 16:24 3 menit baca

Intens.id, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Bahari sukses menyelenggarakan kegiatan Talkshow dan Workshop Anti-Bullying dengan tema "Pencegahan Perundungan pada Siswa Pendidikan Kesetaraan" pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Kegiatan yang dilangsungkan di Pulau Langkai, Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar ini ditujukan untuk membangun karakter warga belajar yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan dan saling menghargai.

Diselenggarakan oleh Yayasan Bina Bahari Mappassompe melalui PKBM Bina Bahari, workshop ini diikuti secara aktif oleh seluruh peserta didik Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C. Mengingat para peserta didik nonformal tersebut berasal dari latar belakang sosial, ekonomi, usia, dan pengalaman hidup yang sangat beragam, pihak sekolah berkomitmen penuh untuk menjaga keberagaman ini melalui penanaman budaya saling menghormati dan menghargai.

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Bahari adalah lembaga pendidikan nonformal di bawah naungan Yayasan Bina Bahari Mappassompe yang berdedikasi melayani akses pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C bagi masyarakat di wilayah terluar Kota Makassar, khususnya di Pulau Langkai, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. PKBM Bina Bahari memprioritaskan pendidikan yang ramah anak, inklusif, dan mengedepankan penguatan karakter sosial, kemanusiaan, serta pelestarian budaya luhur lokal demi melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

Dalam lokakarya tersebut, peserta mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai berbagai bentuk perundungan, baik secara verbal, fisik, sosial, maupun melalui media digital (cyberbullying) yang sering kali disalahpahami sebagai sekadar lelucon biasa.

Selain mendeteksi tanda-tanda perundungan, para peserta juga diajak mengenali dampaknya terhadap kesehatan mental, rasa percaya diri, dan motivasi belajar, serta dibekali keberanian dan metode konkret untuk mencegah, menghadapi, dan melaporkan tindakan tersebut secara bertanggung jawab.

Kepala PKBM Bina Bahari, Muh. Fadli, S.Pd., menegaskan bahwa upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama demi kenyamanan belajar mengajar. Beliau membagikan pesan yang kuat sekaligus mengaitkannya dengan nilai luhur lokal budaya Bugis-Makassar.

"Bullying bukan sekadar candaan, tetapi luka yang bisa membekas. Mari ciptakan lingkungan belajar yang saling menghargai, karena setiap orang berhak merasa aman, dihargai, dan didengar."

Beliau juga menekankan bahwa komitmen anti-perundungan ini merupakan perwujudan nyata dari tiga pilar filsafat Bugis-Makassar tentang pentingnya memanusiakan sesama, yaitu Sipakatau (saling memanusiakan), Sipakalebbi (saling menghargai dan memuliakan), serta Sipakainge (saling mengingatkan dalam kebaikan).

Guna memperkaya perspektif teoretis dan praktis, PKBM Bina Bahari bersinergi dengan mengundang para praktisi ahli dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Makassar sebagai narasumber utama. Materi psikologi perundungan dan cara pencegahannya disampaikan langsung oleh Muh. Wija Hadi Perdana, S.Psi., selaku Konselor Psikologis UPTD PPA Kota Makassar.

Sementara itu, pembelajaran terkait penanganna kasus anak serta mekanisme pelaporan dibawakan secara gamblang oleh Febrian Aryo Prakoso, S.Sos., selaku Case Worker UPTD PPA Kota Makassar. Kolaborasi ini dirancang agar para peserta didik memperoleh edukasi yang komprehensif, baik secara psikologis maupun sosial-hukum.

Topik terkait
pkbm UPTD PPA Makassar bullying