Solidaritas Kemanusiaan GEMABUDHI Sulsel untuk Kalbar, dari Bantuan Kesehatan hingga Seruan Penegakan Hukum
Intens.id, Makassar - Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat datang dari berbagai daerah. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI) Sulawesi Selatan turut mengambil bagian dengan mengirimkan sejumlah bantuan perlengkapan kesehatan melalui kerja sama dengan Hikmahbudhi Pontianak, Pada Hari Kamis (10/09/2026).
Bantuan tersebut disiapkan sebagai bentuk solidaritas sekaligus dukungan bagi masyarakat yang menghadapi dampak karhutla, terutama persoalan kesehatan yang dapat muncul akibat kondisi lingkungan dan paparan asap.
Bantuan yang dikirimkan meliputi 50 box masker medis atau sebanyak 2.500 pcs, Vitamin C sebanyak 18 strip atau 72 tablet, lima box nebulizer uap portable, Vitamin D3 1000 IU sebanyak tiga box atau 30 strip, 12 buah Rohto Steril Eye Drop 7 ml, serta 15 botol Onemed NaCl 0,9 persen ukuran 300 ml.
Ketua DPD GEMABUDHI Sulawesi Selatan, Enrique Justine Sun, S.Kom., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat karhutla.
“Kami tidak ingin kepedulian hanya berhenti pada ucapan. Ketika saudara-saudara kita di Kalimantan Barat membutuhkan bantuan, maka sebisa mungkin kami harus hadir. Apa yang kami kirimkan hari ini mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan besarnya kebutuhan di lapangan, tetapi kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat,” kata Enrique.
Ia menegaskan, pengiriman bantuan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan sosial, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan yang tidak dibatasi oleh jarak maupun wilayah.
“Bagi kami, kepedulian tidak mengenal batas provinsi. Sulawesi Selatan dan Kalimantan Barat mungkin dipisahkan oleh laut dan jarak yang jauh, tetapi ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan, rasa kemanusiaan harus menjadi jembatan yang menghubungkan kita,” ujarnya.
Enrique juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah ikut berkontribusi dalam pengadaan bantuan tersebut.
“Saya secara pribadi dan atas nama DPD GEMABUDHI Sulawesi Selatan menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah memberikan dukungan. Banyak pihak yang membantu, dan tidak mungkin kami sebutkan satu per satu. Setiap bantuan, sekecil apa pun, memiliki arti bagi saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” katanya.
Menurut Enrique, dukungan para donatur menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat. Ia berharap semangat tersebut dapat terus dipelihara, bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga dalam berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan lainnya.
Di sisi lain, Enrique menilai persoalan karhutla tidak boleh terus-menerus diperlakukan sebagai bencana tahunan yang hanya ditangani setelah api membesar dan asap mulai mengganggu masyarakat.
Ia meminta pemerintah mengambil langkah yang lebih tegas dalam mencegah terjadinya karhutla, termasuk terhadap praktik pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan untuk membuka lahan baru.
“Pemerintah harus berani bertindak tegas. Jangan sampai setiap tahun kita berbicara tentang asap, gangguan kesehatan, sekolah yang terganggu, penerbangan yang terdampak, sementara akar persoalannya tidak pernah benar-benar diselesaikan,” tegas Enrique.
Ia menilai pembukaan lahan dengan cara membakar harus menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku atau pemilik lahan, tetapi dapat meluas dan merugikan masyarakat dalam jumlah besar.
“Kalau memang ada pihak yang dengan sengaja membakar hutan atau lahan untuk membuka lahan baru, siapa pun pelakunya harus ditindak sesuai hukum. Jangan melihat siapa orangnya, jangan melihat seberapa besar modalnya, dan jangan melihat seberapa kuat kepentingannya. Kalau tindakan itu melanggar hukum dan membahayakan masyarakat, harus ada penegakan hukum yang tegas,” ujarnya.
Enrique juga meminta agar penegakan hukum tidak berhenti pada pelaku di lapangan apabila terdapat pihak lain yang turut memberikan perintah, membiayai, memfasilitasi, atau mendapatkan keuntungan dari praktik pembakaran lahan yang melanggar ketentuan.
“Jangan hanya mencari siapa yang memegang korek api. Kalau ada aktor yang berada di belakangnya, mereka juga harus diperiksa. Jangan sampai masyarakat hanya melihat ada penindakan ketika api sudah muncul, tetapi tidak pernah melihat siapa yang sebenarnya mendapatkan keuntungan dari pembukaan lahan dengan cara yang merusak lingkungan,” kata Enrique.
Menurut dia, negara memiliki kewajiban untuk melindungi masyarakat sekaligus memastikan pembangunan ekonomi tidak dilakukan dengan mengorbankan lingkungan dan kesehatan publik.
“Pembangunan tidak boleh dibayar dengan udara yang tercemar dan kesehatan masyarakat. Membuka lahan untuk kepentingan ekonomi tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan orang lain. Pemerintah harus memastikan ada cara yang legal, aman, dan bertanggung jawab dalam pengelolaan lahan,” ucapnya.
Enrique juga mendorong penguatan upaya pencegahan, termasuk pengawasan wilayah rawan kebakaran, deteksi dini titik api, edukasi masyarakat, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, serta koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD GEMABUDHI Sulawesi Selatan, Wenryadi Wira Prasetia, S.T., mengatakan pengiriman bantuan ke Kalimantan Barat merupakan bagian dari komitmen GEMABUDHI untuk hadir dalam persoalan kemanusiaan.
“Kegiatan ini adalah bentuk solidaritas. Kami ingin menunjukkan bahwa ketika saudara-saudara kita menghadapi kesulitan, ada tangan-tangan yang ingin membantu. Bantuan ini kami harapkan dapat diterima dan dimanfaatkan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Wenryadi.
Ia juga mengapresiasi kerja sama dengan Hikmahbudhi Pontianak yang membantu menghubungkan bantuan dari Sulawesi Selatan dengan kebutuhan di Kalimantan Barat.
“Kami berharap bantuan ini dapat sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pengumpulan, pengadaan, hingga pengiriman bantuan ini,” katanya.
Wenryadi mengatakan solidaritas seperti ini penting untuk terus dibangun karena persoalan bencana tidak dapat ditangani oleh satu kelompok saja.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, komunitas, relawan, dunia usaha, dan masyarakat harus saling menguatkan. Ketika semua bergerak bersama, dampak yang diberikan akan jauh lebih besar,” ujarnya.
Enrique kembali menegaskan bahwa bantuan yang dikirimkan bukanlah akhir dari kepedulian GEMABUDHI Sulawesi Selatan. Menurutnya, organisasi akan terus berupaya mengambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan sesuai kemampuan dan kebutuhan di lapangan.
Ia juga menyampaikan doa agar masyarakat Kalimantan Barat diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi dampak karhutla.
“Kami mendoakan agar masyarakat Kalimantan Barat diberikan keselamatan dan kesehatan. Semoga kondisi segera membaik, asap segera berlalu, kualitas udara kembali pulih, dan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan aman. Semoga tidak ada lagi masyarakat yang harus menjadi korban akibat kelalaian maupun kesengajaan dalam menjaga lingkungan,” tutur Enrique.
Ia berharap peristiwa karhutla menjadi momentum bagi semua pihak untuk melakukan evaluasi dan memperkuat komitmen menjaga lingkungan.
“Jangan sampai kita baru peduli ketika bencana sudah terjadi. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, tetapi pemerintah memiliki kewenangan dan tanggung jawab yang jauh lebih besar untuk memastikan aturan berjalan. Kami berharap ke depan pencegahan diperkuat dan penegakan hukum benar-benar dijalankan secara adil dan tegas,” katanya.
Enrique menutup pernyataannya dengan kembali menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam aksi solidaritas kemanusiaan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan bantuannya melalui GEMABUDHI Sulawesi Selatan. Tidak semuanya dapat kami sebutkan satu per satu, tetapi setiap dukungan kami hargai dan kami pertanggungjawabkan. Semoga kebaikan yang diberikan menjadi manfaat bagi masyarakat Kalimantan Barat dan menjadi kebajikan bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi,” ujar Enrique.
Melalui pengiriman bantuan tersebut, DPD GEMABUDHI Sulawesi Selatan berharap semangat solidaritas kemanusiaan ini dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.
Pada saat yang sama, aksi tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan respons ketika bencana terjadi, tetapi juga pencegahan, pengawasan, dan keberanian dalam menegakkan aturan demi melindungi masyarakat dan lingkungan.