Sederhana Mengabarkan Versi penuh
News

Prahara Forum Hilir Migas: DEM Madura Layangkan Somasi dan Tuntut BPH Migas Minta Maaf 1x24 Jam

Oleh Harian Intens 25 Sep 2026 15:49 2 menit baca

Intens.id, Madura - Dewan Energi Mahasiswa Madura (DEM Madura) menyampaikan sikap tegas dan melayangkan protes keras terhadap Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Sikap ini dipicu oleh dugaan pelanggaran kesepakatan dan pengabaian peran organisasi dalam penyelenggaraan Forum Hilir Migas yang digelar di Madura.

DEM Madura menegaskan bahwa Forum Hilir Migas tersebut diselenggarakan atas pengajuan resmi dari pihak mereka. Sebagai pelaksana utama sekaligus penanggung jawab penuh, DEM Madura menilai seluruh aspek teknis, pembagian peran, dan susunan acara yang telah disepakati bersama seharusnya tetap dihormati oleh BPH Migas.

Namun, beberapa jam sebelum acara dimulai, terjadi perubahan rundown secara sepihak. Perubahan mendadak ini berdampak pada penghilangan hak serta peran DEM Madura, salah satunya dengan ditiadakannya ruang sambutan untuk Presiden DEM Madura yang sebelumnya telah disepakati dalam rapat persiapan.

Pihak DEM Madura menilai keputusan tersebut bukan sekadar masalah teknis acara, melainkan bentuk pengabaian terhadap kontribusi organisasi. Tindakan tersebut dianggap merendahkan marwah DEM Madura di hadapan para peserta serta tamu undangan yang hadir, sekaligus merugikan kesiapan tim di lapangan.

Atas insiden tersebut, DEM Madura yang berada di bawah naungan DEM Indonesia mendesak BPH Migas untuk segera memberikan klarifikasi serta pertanggungjawaban resmi. Meski demikian, organisasi mahasiswa ini menyatakan tetap membuka ruang penyelesaian secara terbuka dan profesional.

Dalam pernyataan resminya, DEM Madura melayangkan tiga poin tuntutan utama kepada BPH Migas:

  1. Menyampaikan permohonan maaf secara tertulis dan terbuka atas penghilangan hak dan peran DEM Madura.

  2. Memberikan klarifikasi tertulis mengenai alasan pembatalan sesi sambutan Presiden DEM Madura.

  3. Memberikan penjelasan terbuka atas perubahan rundown mendadak menjelang pelaksanaan acara.

DEM Madura memberikan tenggat waktu $1 \times 24$ jam bagi BPH Migas untuk merespons dan memenuhi tuntutan tersebut. Jika tidak diindahkan, DEM Madura mengancam akan mengambil langkah lanjutan melalui mekanisme organisasi, eskalasi ke publik, hingga penerbitan press release resmi ke berbagai media massa.

Guna mengawal kasus ini, DEM Madura juga telah berkoordinasi dan meneruskan laporan resmi kepada DEM Indonesia untuk pendalaman serta pengawalan organisasi lebih lanjut.