Intens.id Versi penuh
Ekonomi Bisnis

Perumda Terminal Makassar Metro Targetkan Relokasi Usaha Ekspedisi ke Terminal Daya Mulai 2026

Perumda Terminal Makassar Metro Targetkan Relokasi Usaha Ekspedisi ke Terminal Daya Mulai 2026

Oleh Redaksi Intens.id 16 Jul 2026 15:57 3 menit baca

Intens.id, Makassar - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Terminal Makassar Metro tengah merancang transformasi besar untuk Terminal Regional Daya. Kawasan tersebut kini diproyeksikan berkembang menjadi pusat logistik dan terminal ekspedisi barang modern.

Langkah strategis ini diambil untuk mengoptimalkan potensi lahan terminal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, sekaligus menjadi solusi mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan utara Kota Makassar.

Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, menjelaskan bahwa Terminal Regional Daya memiliki luas lahan mencapai 12 hektare. Namun, area yang aktif digunakan untuk operasional bus penumpang baru berkisar satu hingga dua hektare saja.

"Ke depan kami merancang Terminal Regional Daya menjadi terminal ekspedisi atau terminal logistik. Sehingga tidak hanya sekadar naik turun penumpang," ujar Elber, Rabu (15/7/2026).

Dengan sisa lahan sekitar 10 hektare, Perumda Terminal berpeluang besar mengembangkan kawasan bisnis baru. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar dan menggerakkan ekonomi warga.

Pengembangan terminal logistik ini juga sejalan dengan program penataan kota dan pemberdayaan UMKM dari Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin.

Nantinya, aktivitas ekspedisi barang yang selama ini tersebar di sejumlah ruas jalan di wilayah utara Makassar akan dipusatkan di Terminal Daya. Hal ini diharapkan dapat menyudahi gangguan lalu lintas akibat aktivitas bongkar muat di jalan raya.

"Jika terminal ekspedisi ini berjalan, potensi bisnisnya sangat besar. Di sisi lain, kemacetan di empat kecamatan wilayah utara Kota Makassar juga bisa ditangani dengan lebih baik," tambah Elber.

Untuk merealisasikan target relokasi pada tahun 2026 ini, pihak Perumda Terminal Makassar Metro sudah mulai melakukan sosialisasi intensif dengan asosiasi perusahaan ekspedisi.

Proses penataan ini nantinya akan melibatkan pemerintah kecamatan setempat secara kolaboratif. Para camat dan pelaku usaha akan diundang bersama agar proses pemindahan ke lokasi baru dapat dipahami dengan baik dan berjalan bertahap.

Terkait mekanisme pemanfaatan lahan, para pelaku usaha ekspedisi nantinya dapat menyewa kios maupun fasilitas lahan yang disiapkan, lengkap dengan skema retribusi resmi sesuai regulasi operasional terminal.

Selain pusat logistik, Perumda Terminal juga membuka peluang investasi lain di lahan kosong bagian depan terminal. Salah satu proyek yang siap dibangun dalam waktu dekat adalah fasilitas SPBU terpadu yang telah memikat minat investor.

Guna mendukung ekspansi bisnis yang lebih fleksibel, Perumda Terminal Makassar Metro juga tengah mempersiapkan transisi status kelembagaan mereka dari Perumda menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda).

Proses pembenahan kawasan Terminal Daya sendiri diproyeksikan berlangsung bertahap pada periode 2026 hingga 2027. Sementara perubahan status hukum menjadi Perseroda ditargetkan rampung pada rentang tahun 2027 hingga 2028.

"Setelah pembenahan tiga terminal utama selesai dan transformasi menjadi Perseroda terealisasi, perusahaan akan melanjutkan ekspansi bisnis ke berbagai lokasi lainnya," pungkas Elber. (*)

Topik terkait
Terminal Daya Logistik