Organisasi Mahasiswa Cipayung Plus Sumenep Gelar Aksi Solidaritas ke Mapolres, Desak Keadilan untuk Affan
Intens.id - Sumenep, Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Cipayung Plus Sumenep (PMII, HMI, GMNI, dan IMM) bersama elemen BEM Sumenep menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Sumenep,...
Intens.id - Sumenep, Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Cipayung Plus Sumenep (PMII, HMI, GMNI, dan IMM) bersama elemen BEM Sumenep menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Sumenep, Senin (1/9/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas insiden meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online di Jakarta, yang diduga akibat tindakan aparat Brimob.
Jalurdua.com Massa aksi memulai pergerakan dari kawasan Taman Bunga (alun-alun kota Sumenep) menuju Mapolres dengan membawa spanduk, poster, dan pengeras suara. Sejumlah tulisan bernada sindiran terlihat dibawa massa, salah satunya berbunyi, “Cipayung Plus Sumenep Bersama Rakyat, Yang Baik Cuma Polisi Tidur. Belajar Ya Dek Biar Tidak Jadi Polisi dan Nyawa Dibalas Kata Maaf.”
Setibanya di Mapolres, massa langsung menggelar orasi secara bergantian. Mereka menuntut agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tewasnya Affan dan mendesak adanya reformasi di tubuh Polri.
“Kebenaran harus selalu disuarakan. Jangan sampai ada pembungkaman dan tindakan anarkis aparat kepolisian kepada massa aksi, karena menyampaikan pendapat di muka umum dilindungi undang-undang,” tegas Khoirus Sholeh, koordinator lapangan aksi. Ia menambahkan, “Jangan sampai hal demikian terjadi di Kota Keris ini. Kapolres harus berkomitmen tidak ada tindakan represif kepada rakyat. Sumenep sebagai Kota Keris harus dijaga martabatnya, bukan dinodai dengan kekerasan aparat.”
Untuk menjaga kondusifitas, Polres Sumenep menurunkan sebanyak 318 personel gabungan. Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas, menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan agar penyampaian aspirasi tetap berjalan tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Meski sempat menunggu, akhirnya Kapolres Sumenep AKBP Rivanda menemui massa aksi. Dengan naik ke atas mobil komando, Rivanda berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa. “Saya sepakat dan setuju bagaimana penindakan tegas terhadap aparat yang melakukan hal demikian untuk diadili seadil-adilnya berdasarkan konstitusi, dan kami keluarga besar Polres Sumenep turut berduka cita atas kejadian tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rivanda menegaskan bahwa pihaknya menerima tuntutan mahasiswa. “Saya terima seluruh tuntutan daripada aspirasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus ini, dan kami akan sampaikan aspirasi kalian ke tingkatan di atas, mulai dari Polda hingga ke Mabes Polri,” imbuhnya.
Aksi Cipayung Plus Sumenep ini menjadi bagian dari gelombang solidaritas nasional atas gugurnya Affan Kurniawan. Para mahasiswa menyebut, tragedi ini bukan sekadar kasus individu, melainkan potret persoalan serius dalam kultur aparat yang harus segera dibenahi demi keadilan rakyat.